LDII Jatim Tingkatkan Kualitas Juru Dakwah dengan Moderasi Beragama

Detiknews.id Surabaya – DPW LDII Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kualitas juru dakwah dalam menyiarkan agama Islam kepada masyarakat. Menghadirkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakankemenag) Jawa Timur, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Guru Besar UIN KH Achmad Siddiq Jember, serta Pengasuh Ponpes Al-Ubaidah Kertosono.

Juru dakwah tidak hanya memiliki bekal wawasan agama namun harus diimbangi dengan wawasan kebangsaan. Melalui gagasan tersebut DPW LDII Jawa Timur menggelar Diklat Dai angkatan VII di Ponpes Sabilurrosyidin Annur, Surabaya. Hajatan tahunan ini merupakan program kerja Biro Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPW LDII Jawa Timur.

“Diklat dai dilaksanakan secara hybrid dengan diikuti 150 peserta perwakilan dari 38 DPD LDII kabupaten/kota serta diikuti lebih dari 1.000 peserta daring yang tersebar di Jawa Timur,” ujar Didik Eko Putro, Ketua Panitia.

Nara sumber yang menghadiri kegiatan LDII Jatim / M9

Didik menambahkan Diklat Dai DPW LDII Jawa Timur merupakan amanat DPP LDII agar menerapkan dakwah yang santun dengan mengedepankan persatuan dan kesatuan bangsa. Hal tersebut selaras dengan program Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang memprioritaskan moderasi beragama.

“Moderasi beragama merupakan sebuah upaya menjaga toleransi dan menerima perbedaan sehingga tidak menimbulkan perselisihan,” imbuh Didik.

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso saat sambutan pembukaan mengatakan Diklat Dai perlu diadakan. Menurutnya memperbaiki umat tidak cukup umat yang diperbaiki, namun dai dan ustaznya juga harus diperbaiki.

Komentar

Berita Terkait