Bank Indonesia Apreasiasi Upaya Pemprov Jatim dalam Pengendalian Inflasi 2023

Detiknews.id Surabaya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto apresiasi  Pemprov Jatim bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Jatim dalam bersinergi mendukung melakukan program-program yang lebih detail di Level Kabupaten Kota.

Hal ini disampaikan dalam High Level Meeting (HLM) dan Rapat Koordinasi terkait Pengendalian Inflasi menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri di Hotel JW Marriot.

Kegiatan dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto serta Kapolda Jatim.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Budi Hanoto menyampaikan, bahwa rapat High Level Meeting dan rapat koordinasi tersebut sebagai upaya untuk membahas terkait adanya pasokan harga, khususnya saat menjelang hari raya besar keagamaan Nasional yakni Hari Lebaran.

Baca Juga
BI Jatim Gelar BBM 2023, Ekonomi Jawa Timur Triwulan I Tumbuh 5 Persen 

”Jadi kami tadi di saat meeting melihat, bahwa trend kenaikan harga tumbuh positif,” tuturnya.

Budi Hanoto menegaskan, pada rapat tersebut, pihaknya bersama Instansi terkait melakukan kebijakan terhadap pengendalian Inflasi di Jawa Timur.

”Langkah-langkahnya kita bersama Kapolda dan Pangdam akan membentuk koordinasi yang kuat untuk melihat jangkauan harga di masing-masing daerah. Juga terkait kelancaran pendistribusian maupun pasokannya ada atau tidak untuk kecukupannya serta dalam melakukan komunikasi yang bagus,” ujar Budi Hanoto.

Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, untuk komoditas produksi beras saat ini sudah mulai banyak di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Surabaya sudah Rp. 8800 /Kg, HET nya Rp. 9.450 /Kg.

Baca Juga
High Level Meeting dan Rakor TPID, Bahas Soal Inflasi Jatim serta Strategi 4K

“Untuk di Sumenep, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar masih dengan harga Rp. 12.000 / Kg. Namun, di lain daerah sudah mulai turun,” jelasnya.

Lanjut Khofifah, Intervensi dari operasi pasar juga terus dilakukan secara terus menerus dan pola yang dilakukan melalui stok ini juga ternyata cukup efektif.

”Jadi jangan sampai ada kekosongan stok beras, tidak usah menunggu mobilitas logistik dari Bulog ke pasar. Maka ada stok di beberapa di Pasar,” pungkasnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait