Detiknews.id Surabaya – Perempuan Berbudaya Berkarya Indonesia (PBBI) kolaborasi dengan Danar Hadi dan Naresa Skin Lab, menggelar peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3, Sabtu sore (01/07/2026). Sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tahun 2026.

PBBI menggandeng Danar Hadi dan Naresa Skin Lab, dengan tema Anggun Berkebaya Berdaya Berkain. Merayakan keanggunan perempuan Indonesia, melalui kebaya dan keindahan batik. Dihadiri Founder PBBI Hj. Mieke Sifora, dan puluhan anggota PBBI. Dimeriahkan fashion show kebaya, dari Desainer Riris Ghofir dan Danar Hadi.

Ketua PBBI Jatim, Nanik Prastiya N, menuturkan, rasa syukur terselenggaranya peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3, tahun 2026. Sekaligus rangkaian menyambut peringatan HUT RI ke-81.
“Alhamdulillah PBBI hari ini merayakan Hari Kebaya Nasional ke-3 di tahun 2026. Bertepatan di HUT RI ke-81. Antusiasme para ibu yang hadir sangat luar biasa. Mereka hadir dari berbagai daerah di Jawa Timur. Seperti Sidoarjo, Mojokerto, Bojonegoro, hingga Sampang Madura,” ujarnya.

Momentum Hari Kebaya Nasional, juga dimanfaatkan untuk mengedukasi masyarakat. Agar semakin mencintai budaya bangsa melalui penggunaan kebaya dan kain tradisional.
“PBBI akan terus menjadi organisasi perempuan yang memotivasi anggotanya untuk terus berkarya, menjadi perempuan yang tangguh, dan berdaya bagi Indonesia. Kami mengajak masyarakat memakai kebaya dan kain budaya. Sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Indonesia, “ungkap Nanik.

Talk Show edukatif meramaikan kegiatan, dengan narasumber Nunung Harso, pemateri mengenai filosofi berkain dan batik, sebagai budaya Indonesia. Kemudian dr. Sari Gumilang, dari Naresa Skin Lab, pemateri mengenai konsep total beauty.
Sementara itu, Naresa Skin Lab turut berpartisipasi ikut memperingati Hari Kemerdekaan, dengan menghadirkan berbagai program promosi bagi masyarakat.
“Untuk memeriahkan HUT RI ke-81, kami menyiapkan berbagai promo menarik. Mulai dari potongan harga treatment untuk 17 pelanggan pertama, hingga paket spesial seharga Rp81.000,” ujar dr. Sari.
Nunung Harso, menjelaskan karya lukisan memiliki filosofi. Dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, sekaligus mempromosikan keindahan Indonesia.
“Indonesia memiliki banyak inspirasi keindahan. Mulai dari gunung, sawah, hingga panorama alam. Saya berharap, para pelukis dapat terus mengangkat keindahan Nusantara. Sebagai media, untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia,” jelasnya.
Ia juga mengangkat kearifan lokal, melalui lukisan pada tas anyaman pandan buatan para pengrajin. Produk tersebut telah dipasarkan hingga ke Belanda, Malaysia, Singapura dan Brunei.
“Saya melukis langsung pada tas anyaman pandan, hasil karya pengrajin lokal. Alhamdulillah, karya ini sudah dibawa ke Belanda, Malaysia, Singapura, dan Brunei. Besok ada 16 tas lukis yang akan diperagakan oleh para peragawati. Produk handmade ini, memiliki nilai tinggi dan sangat dihargai di luar negeri,” pungkasnya.
PBBI mengapresiasi semangat para anggota. Antusiasme itu menjadi motivasi bagi organisasi. Untuk memberdayakan perempuan Indonesia, agar terus berkarya. Kegiatan ditutup dengan fashion show koleksi kebaya Riris Ghofir dan kain batik Danar Hadi. (M9)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.




Komentar