oleh

Ditlantas Polda Jatim Analisa dan Evaluasi Operasi Ketupat Semeru 2020, Ini Hasilnya

Detiknews.id Surabaya – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sesuai Analisa dan Evaluasi Ditlantas Polda Jatim selama satu Minggu menunjukkan hasil yang signifikan. Dalam Operasi Ketupat Semeru 2020, hasil dari penyekatan ini terbukti dengan banyaknya kendaraan yang di putar balik.


info

DetikNews.ID



setelah ini


lanjut baca berita


“Total dari kendaraan yang di putar balik sejumlah 3156 kendaraan, dengan rincian sepeda motor 1017 unit, kendaraan Pribadi 1919 unit, kendaraan umum 220 unit. Dari tanggal 24 April hingga 30 April 2020,” tutur Direktur Ditlantas Polda Jatim, Kombes Pol Budi Indra Dermawan S.I.K., M.M.,  di ruangannya Mapolda Jatim Jalan Raya Ahmad Yani Surabaya.

Lanjut Dirlantas, ada 7 titik di wilayah Polda Jatim antara lain tertinggi di penyekatan di Tol dan Alteri di wilayah Ngawi sejumlah 1982 unit, perbatasan Badegan Ponorogo sejumlah 553 unit, perbatasan Cemorosewu Magetan 319 unit.

“Selanjutnya Pelabuhan Ketapang Banyuwangi sejumlah 302 unit, perbatasan Cepu Bojonegoro 205 unit, perbatasan Kecamatan Donorejo Pacitan sejumlah 145 unit dan perbatasan Kecamatan Bancar Tuban sejumlah 145 unit,” jelasnya. Kamis (30/04/2020)

Masih dengan Dirlantas, untuk Laka Lantas per Polres selama 7 hari Ops Ketupat Semeru 2020 ada 34 Polres, secara klasifikasi antara lain, dari jumlah kendaraan total 186 unit, meninggal dunia 30 orang, luka berat 13 orang dan luka ringan 233 orang.

“Dilihat secara wilayah ada 4 Polres tidak ada Laka Lantas selama operasi yaitu Polres Tanjung Perak, Polres Malang Kabupaten, Polres Madiun Kabupaten, Polres Lamongan dan Polres Bangkalan,” ungkapnya.

Menurut Dirlantas, kami sudah melakukan sosialisasi secara Preemtif dan Preventif. Dilakukan 7 hari selama Operasi Ketupat Semeru 2020. Untuk Preemtif melalui penerangan dan penyuluhan baik secara media cetak, media online, media sosial maupun ditempat daerah rawan laka dan langgar.

“Sedangkan untuk penyebaran dan pemasangan berupa spanduk, leaflet, sticker dan billboard. Untuk kegiatan Preventif terdiri dari pengaturan penjagaan, pengawalan dan patroli,” paparnya.

Untuk peringkat 10 besar dari Polres dengan giat Preemtif ini antara lain, Polres Madiun Kabupaten total 7723, Polrestabes Surabaya 6094, Polres Malang Kabupaten 5216, Polresta Sidoarjo 4218, Polres Trenggalek 2925, Polres Tulungagung 2769, Polres Gresik 2640, Polres Tuban 2571, Polres Probolinggo 2420 dan Polresta Banyuwangi 2291. Sementara tidak ada sosialisasi sama sekali adalah Polres Mojokerto Kota dan Polres Sumenep.

Dari total kegiatan Preventif sejumlah 51032. Untuk peringkat 10 Polres yang melakukan kegiatan Preventif selama Covid -19 adalah, Polrestabes Surabaya 8190, Polres Madiun Kabupaten 4459, Polres Malang Kabupaten 3951, Polresta Banyuwangi 2710, Polres Tanjung Perak 2609, Polres Ngawi 1920, Polres Gresik 1912, Polres Madiun Kota 1627, Polres Probolinggo 1615 dan Polres Sidoarjo 1608.

Dirlantas menambahkan, selama Operasi Ketupat Semeru 2020, Ditlantas Polda Jatim juga merangkum data untuk total jumlah Pelanggar (Gar) sejumlah 6098 orang, untuk tilang 861 kendaraan dan berupa teguran 5237 orang.

“Untuk 10 besar Polres yang banyak pelanggar antara lain Polres Tanjung Perak 601, Polres Sidoarjo 515, Polres Jember 482, Polrestabes Surabaya 447, Polres Bondowoso 362, Polres Tulungagung 328, Polres Batu 251, Polres Gresik 213, Polres Malang Kabupaten 213 dan Polres Lumajang 209,” pungkasnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait