oleh

Spesialis Jantung Rumkit TK. II/KH Kesdam XII/Tpr sebagai Narasumber Dialog Interaktif Derap TNI

Detiknews.id – Kepala Kesehatan Kodam XII/Tanjungpura, Kolonel Ckm dr. Sebastian Agustinus Budijono, M.Kes diwakili Dokter Spesialis Jantung-Pembuluh Darah Rumkit Tingkat II Kartika Husada Kesdam XII/Tpr, dr. Eldi Jimmy Saragih, Sp.JP, menjadi narasumber pada acara dialog interaktif Derap TNI di LPP RRI Pontianak, Kamis (22/8/19) Jalan Jenderal Sudirman, Kota Pontianak. Dengan tema,’Deteksi Gangguan Jantung’.

dr. Eldi Jimmy Saragih, Sp.JP, dalam dialog menyampaikan, sampai saat ini penyakit jantung masih merupakan penyakit yang menakutkan dan masih menjadi ancaman bagi prajurit dan masyarakat. Disamping kejadian yang sering timbul tiba-tiba, biaya perawatan tinggi, juga menyebabkan penurunan kualitas hidup. WHO melaporkan empat dari lima kematian kardiovaskular disebabkan serangan jantung dan stroke.

Disampaikan juga, terdapat beragam kelainan jantung, antara lain : Penyakit jantung koroner (Penyakit jantung iskemik : penyempitan pembuluh darah jantung; keadaan yang sering menyebabkan serangan jantung dan kematian mendadak), Penyakit katup (klep) jantung, Penyakit jantung bawaan (kongenital, berupa jantung bocor), Penyakit jantung hipertensi, Penyakit pembuluh darah (seperti : Periperal arterial disease, DVT, Diseksi aorta), Hipertensi pulmonal, Penyakit jantung infeksi (penyakit jantung rematik, infeksi selaput dan otot jantung), Gangguan irama/listrik jantung, Gagal jantung (Jantung bengkak), dan lain-lain.

“Gejala penyakit jantung dapat berupa nyeri dada, pembengkakan, rasa lelah, sesak, palpitasi dan sinkope, ini merupakan keluhan yang sering dialami pada penderita kelainan jantung,” jelasnya.

Untuk diketahui seseorang menderita penyakit jantung diperlukan pemeriksaan dan penegakan penyakit jantung diawali dengan anamnesis keluhan yang berhubungan dengan gangguan jantung. Riwayat penyakit yang pernah dialami dan juga faktor resiko, berupa : Darah tinggi, merokok, diabetes mellitus (sakit gula), hiperkolesterolemia, kebiasaan olahraga atau aktivitas fisik rendah/kurang, konsumsi alkohol serta riwayat penyakit jantung dalam keluarga.

“Penyakit jantung yang disebabkan oleh kelainan tidak dapat dicegah. Namun demikian, banyak jenis penyakit ini dapat dicegah oleh prajurit dan masyarakat umum, dengan menjalani pola hidup sehat seperti tidak merokok, rutin olahraga, konsumsi makanan sehat, menjaga berat badan ideal dan menghindari stres,” pungkas dr. Eldi Jimmy Saragih, Sp.JP.

Pewarta: Daniel

Komentar

Berita Terkait