oleh

Pantauan Corona Virus, 4 dari 15 Kecamatan di Luwu Utara Masuk Zona Kuning

Detiknews.id, SULSEL – Sebanyak empat dari total 15 kecamatan berbeda di kabupaten Luwu Utara (Lutra) Sulawesi Selatan (Sulsel), hari ini terdata sebagai zona kategori resiko rendah alias zona kuning penyebaran wabah Corona virus Disease 2019 alias Covid-19.


info

DetikNews.ID



setelah ini


lanjut baca berita


Hal ini disampaikan Juru Bicara Covid-19 Lutra, I Komang Krisna, SKM, M.Kes pada media ini, Rabu 24 Maret 2021 bahwa, saat ini hanya tersisa empat kecamatan saja yang masih zona kuning yakni, Kecamatan Masamba konfirmasi 293, meninggal 8, konfirmasi aktif 3 dan positif sembuh 290.

“Dan untuk Kecamatan Sukamaju, konfirmasi 148, meninggal 10, konfirmasi aktif 1 dan positif sembuh 147. Kecamatan Tana Lili konfirmasi 82, meninggal 3, konfirmasi aktif 2, positif sembuh 80 dan Kecamatan Mappedeceng konfirmasi 155, meninggal 4, konfirmasi aktif 1, positif sembuh 154,” terang Komang.

Hal tersebut berdasar update data pantauan covid-19 Lutra yang dikeluarkan Tim Satgas Covid-19, Rabu 24 Maret 2021. Di mana saat ini tinggal 7 orang diisolasi yakni 5 diisolasi mandiri, 1 di RSUD Andi Jemma Masamba serta 1 di RS Lagaligo Luwu Timur (Lutim). Untuk positif Covid-19 tidak ada.

Namun sekalipun demikian, zona penyebaran Covid-19 di Bumi Lamaranginang sudah semakin mengecil.

“Di mana saat ini terdata hanya empat kecamatan yang tercatat sebagai zona kuning dan 11 kecamatan zona hijau,” ungkap Jubir Covid-19 Lutra.

“Jadi untuk saat ini, 9 kecamatan sudah zona hijau di Lutra. Meliputi Kecamatan Rampi, Seko, Limbong, Malangke Barat, Malangke, Bone-Bone, Sabbang Selatan, Sabbang, Baebunta Selatan, Sukamaju Selatan dan Kecamatan Baebunta. Sedangkan empat kecamatan lainnya tercatat sebagai zona kuning,” jelas I Komang Krisna.

Data pantauan Covid-19, saat ini terdata total yang meninggal di Lutra sebanyak 46 orang.

“Oleh karena itu, mari kita selalu bersama-sama disiplin menerapkan protokol kesehatan terutama memakai masker mencegah sebaran Covid-19,” pungkasnya. (yustus)

Komentar

Berita Terkait