oleh

Polres Gresik Terapkan Prokes Ketat di Tradisi Malam Selawe

Detiknews.id Gresik РSemua daerah selalu mempunyai tradisi, termasuk di wilayah Polres Gresik. Salah satunya  kegiatan malam ganjil di bulan Ramadhan. Disebut juga Malam Selawe. Malam Selawe berarti malam ke-25. Tradisi ini dipercaya sudah ada sejak jaman Sunan Giri. Pada waktu itu, Sunan Giri mengajak semua muridnya untuk beribadah pada malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Puncaknya jatuh pada malam ke-25. Terkait ini, dilaksanakan gelar apel pengamanan dan penyekatan malam selawe, di kantor Kecamatan Kebomas Gresik.


info

DetikNews.ID



setelah ini


lanjut baca berita


Tradisi tersebut masih berlangsung sampai saat ini. Semua berbondong, bukan hanya masyarakat Gresik, namun juga warga dari luar Gresik untuk datang berziarah. Dikarenakan, saat ini masih dalam masa pandemi Covid-19, pelaksanaan malam selawe mendapat pengawasan yang ketat dari Forkopimda Gresik.

Hadir dalam apel tersebut antara lain Wakapolres Gresik Kompol Eko Iskandar SH SIK, Kapolsek Kebomas AKP I Made Jatinegara SH, Danramil Kebomas Kapten Inf Pariono dan Camat Kebomas Miftahul Huda

Kapolres Gresik AKBP Arif Fitrianto, SH., SIK.,MM., melalui Kapolsek Kebomas AKP I Made Jatinegara SH mengatakan bahwa kegiatan malam selawe tahun hanya di pusatkan di sekitar area makam Sunan Giri saja.

“Tidak ada pedagang kaki lima yang boleh berjualan di sepanjang jalan menuju makam seperti tahun-tahun sebelumnya. Ini semua dilakukan agar tidak menimbulkan cluster baru dan untuk menekan penyebaran virus covid-19,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, setiap warga yang hendak berziarah akan di tes swab antigen yang sudah disiapkan oleh Dinkes Gresik.

“Saya berharap warga masyarakat bisa memahami keadaan saat ini, dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat semoga tidak terjadi cluster baru selain itu tidak menghilangkan tradisi dan makna dari malam selawe,” pungkasnya. Kamis malam (06/05/2021)(M9)

Komentar

Berita Terkait