Perkara PT Bulungan Citra Agro dan KSU Mega Buana, Ini Hasil Putusan KPPU

Majelis Komisi juga berpendapat Pengakhiran Perjanjian yang disertai dengan penyerahan kebun plasma membuktikan tidak adanya peralihan kepemilikan secara yuridis atas KSU Mega Buana, dan aset atau kekayaan yang dimiliki KSU Mega Buana oleh Terlapor selaku Usaha Besar sebagai mitra usahanya dalam pelaksanaan hubungan kemitraan.

Majelis Komisi juga menilai, penyerahan kebun plasma tersebut merupakan perbuatan yang sejalan dengan salah satu prinsip kemitraan, yaitu prinsip saling menguntungkan. Karena KSU Mega Buana akan menjadi mandiri baik dari segi manajemen maupun operasional dalam mengelola lahan perkebunan kelapa sawit.

Pengelolaan lahan perkebunan Kelapa Sawit secara mandiri diharapkan dapat meningkatkan taraf dan skala ekonomi dari KSU Mega Buana yang secara multiplier effect akan meningkatkan kesejahteraan para anggota KSU Mega Buana.

Dengan telah dipenuhinya kewajiban hubungan kemitraan, serta tidak adanya peralihan kepemilikan maupun penguasaan secara yuridis, Majelis Komisi menilai unsur memiliki dan/atau menguasai tidak terbukti. Oleh karena unsur memiliki dan/atau menguasai tidak terpenuhi, maka Majelis Komisi menilai tidak perlu membuktikan unsur selanjutnya, yaitu Unsur Pelaksanaan Hubungan Kemitraan.

Dengan demikian, berdasarkan fakta-fakta, penilaian, analisis dan kesimpulan di atas. Majelis Komisi memutuskan bahwa PT Bulungan Citra Agro Persada tidak terbukti melanggar Pasal 35 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. (M9)

Komentar

Berita Terkait