Perkara PT Bulungan Citra Agro dan KSU Mega Buana, Ini Hasil Putusan KPPU

Dalam Pemeriksaan Majelis Komisi, diketahui bahwa Terlapor tidak memenuhi kewajiban pembangunan kebun Kelapa Sawit yang diperuntukkan bagi plasma sesuai Perjanjian Kerjasama Pembangunan dan Pengelolaan Perkebunan Kelapa Sawit Plasma antara KSU Mega Buana dengan Terlapor yaitu seluas 668 hektar. Terhambatnya pembangunan lahan plasma oleh Terlapor tersebut, berkaitan berbagai permasalahan di lapangan yang menyangkut perijinan lahan, kontur lahan dan cara penyelesaian hak dan kewajiban yang dilakukan oleh Terlapor.

Paska Pemeriksaan Lanjutan Kemitraan, Terlapor dan KSU Mega Buana bersepakat untuk mengakhiri kerja sama melalui penandatanganan Akta Notariil Perjanjian Pengakhiran atas Perjanjian Kerja Sama Pembangunan dan Pengolahan Perkebunan Kelapa Sawit Plasma antara KSU Mega Buana yang pada pokoknya berisikan bahwa:

a. Seluruh kewajiban pembayaran pinjaman yang digunakan KSU Mega Buana untuk pembiayaan pembangunan kebun plasma sepenuhnya menjadi tanggung jawab Terlapor; dan

b. Terlapor menyerahkan kepada KSU Mega Buana, kebun plasma yang sudah dibangun oleh Terlapor seluas ± 277 (lebih kurang dua ratus tujuh puluh tujuh) hektar dan area/lokasi calon kebun plasma milik KSU Mega Buana yang belum dibangun oleh Terlapor seluas ± 422 hektar beserta dokumen pendukung lahan yang menyertainya untuk dikelola secara mandiri.

Lebih lanjut, KSU Mega Buana dan Terlapor telah bersepakat untuk menyelesaikan hak dan kewajiban masing-masing dalam rangka pemenuhan syarat dan ketentuan pengakhiran perjanjian.

Memperhatikan kesepakatan tersebut, Majelis Komisi berpendapat bahwa pengakhiran perjanjian kerja sama tersebut adalah dalam rangka menyelesaikan permasalahan yang timbul selama pelaksanaan kerja sama kemitraan perkara a quo berlangsung, serta membuktikan hak dan kewajiban dalam hubungan kemitraan antara Terlapor dengan KSU Mega Buana telah terpenuhi.

Komentar

Berita Terkait