Kasus Ekspor Ilegal 122 Ton Migor Kemasan, Kabareskrim Polri Apresiasi Polda Jatim

Detiknews.id Surabaya – Minyak Goreng (Migor) Kemasan sejumlah 122 Ton berhasil digagalkan Polres Pelabuhan Tanjung Perak dan Ditreskrimsus Jajaran Polda Jatim. Rencananya, akan diekspor secara Ilegal ke Timor Leste. Kasus ekspor ilegal Migor menetapkan dua orang tersangka inisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun. Larangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau sejenisnya seperti Minyak Goreng diputuskan pemerintah mulai  per/tanggal 28 April 2022. Ungkap kasus berada di Depo Meratus Jalan Tambak Langon, Surabaya.

Larangan ekspor Minyak Goreng disampaikan oleh Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto didampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman dan  Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto. Hadir juga Plt. Dirjen Daglu Kemendag RI Very Anggrijono, Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jatim dan Koordinator Pidum Kejati Jatim.

Baca Juga
AKBP Wildan Alberd Tuai Segudang Prestasi, Jejaknya Jadi Kebanggaan Masyarakat Pacitan

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta saat menggelar konferensi pers menjelaskan terkait kronologis pengungkapan. Kemudian Komjen Pol Agus Andrianto Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri), menjelaskan, untuk permasalahan pemenuhan kebutuhan minyak curah kepada masyarakat dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah mungkin sampai saat ini masih proses pemenuhan.

“Di satu sisi pemerintah sudah memutuskan bahwa per/tanggal 28 April kemarin sudah diputuskan tidak ada ekspor produk CPO (crude palm oil) dan produk turunan lainnya seperti Minyak curah,” kata Komjen Pol Agus Andrianto, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim Polri), saat menggelar press release di Surabaya.

Ratusan Migor yang disita Polda Jatim / M9

Tentunya keputusan ini harus dipatuhi oleh seluruh pelaku usaha di sektor perkebunan sawit atau produsen produksi CPO maupun produk lainnya.

“Larangan ini efektif berlaku mulai tanggal 28 April 2022 namun potensi yang mungkin terjadi adalah seperti saat ini. Salah satunya modus memanipulasi dokumen ekspor,” tambahnya.

Ini menjadi pengingat kepada jajaran Kepolisian, Kementrian perdagangan, Bea dan Cukai maupun Kejaksaan.

“Ayo sama-sama kita amankan bersama, ayo kerja bersama, ayo meniru Polda Jatim yang sudah menangkap karena tidak menutup kemungkinan modus seperti ini dilakukan di tempat lain,” terangnya.

Sementara itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, menyampaikan, perintah dari bapak Kapolri kepada seluruh jajaran untuk melakukan pengecekan dan pengawasan adanya ekspor ilegal Migor. Kemudian kami jajaran Polda Jatim menyampaikan kepada seluruh tim untuk bergerak.

“Jajaran Polres Pelabuhan Tanjung Perak mendapatkan informasi pada tanggal 28 april 2022 adanya dugaan pengiriman Migor ke luar negeri. Hal ini bermula pada pengecekan yang dilaksanakan pada tanggal 1 – 4 mei 2022. Tim menemukan adanya 3 kontainer yang akan dikirim ke luar negeri,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Lanjut Nico, lalu tim bersama sama melakukan pengecekan 3 kontainer dan didalamnya berisi migor. Selanjutnya tim menelusuri kelengkapan dokumen, di dalam pengembangan Polres Pelabuhan Tanjung Perak berkoordinasi dengan Polda, Bareskrim, Ditjen Perdagangan, Kejaksaan serta Bea Cukai, akhirnya menemukan lagi lima kontainer yang akan dikirimkan ke luar negeri.

“Untuk kelima kontainer didalami surat-surat antara lain, dokumen pemberitauan ekspor barang, didalam penelusuran ditemukan bahwa barang-barang ini akan dikirim ke Timur Leste,” lanjutnya.

Dari hasil gelar perkara ditetapkan dua tersangka, inisial R dan E.

“Peran R adalah pembeli barang yang untuk di ekspor, jadi dia membeli dari satu tempat kemudian meminta bantuan E untuk mengurus dokumen,” ucapnya.

Barang bukti yang diamankan tiga unit kontainer berisi minyak goreng kemasan, serta lima unit kontainer minyak goreng kemasan di terminal Teluk Lamong. Dengan Total barang bukti minyak goreng kemasan sejumlah 162.642 liter atau 122 ton.

Kepada kedua tersangka dikenakan Pasal 112 Juncto Pasal 51 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan Juncto Permendag Nomor 22 Tahun 2022 tentang larangan ekspor sementara Crude Palm Oil, Renfined, Blenched and Deodorized Palm oil. (M9)

Komentar

Berita Terkait