JCFF 2026, BI Jatim Hadirkan Owner Titik Koma dan Juara Barista Championship

BI Jatim menggelar Talkshow: Lokal Beans, Global Dreams, Meracik Rasa untuk Dunia

Detiknews.id SurabayaKantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, menggelar Java Cofee & Flavor Fest (JCFF) 2026. Pameran tahunan komoditas kopi, rempah dan cokelat. Nuansa citarasa yang mendongkarak ekonomi daerah. Dengan memfasilitasi Usaha, Kecil, Mikro dan Menengah (UMKM), untuk naik kelas. Digelar selama tiga hari, mulai tanggal 17-18 Juli 2026, berada di Alun-alun Kota Surabaya.

JCFF 2026, menggelar Talkshow mendongkrak ekonomi daerah / M9

JCFF 2026, BI Jatim menghadirkan Andrew Goenardi, Owner Titik Koma dan Juara pertama World Barista Championship, Mikael Jasin. Kesuksesan dituangkan melalui Talkshow. Dengan tema, Lokal Beans, Global Dreams, Meracik Rasa untuk Dunia. Bertujuan memperluas akses pasar hingga global, serta mendukung sport tourism.

Andrew Goenardi membidik Pasar Internasional. Jaringan kedai Kopi Titik Koma, terus memperluas bisnisnya setelah berkembang dari UMKM, menjadi jaringan dengan 47 cabang di berbagai wilayah Indonesia.

Pendiri Kopi Titik Koma, Andrew Goenardi, mengatakan, ekspansi bisnis ini, bagian dari upaya membawa kopi Indonesia bersaing di pasar global. Pada tahun 2016, memulai bisnisnya melalui sebuah kedai berkapasitas sekitar 20 kursi di kawasan Juwono, Surabaya. Fokus pada minuman berbasis espresso, dengan pilihan biji kopi sesuai preferensi pelanggan.

“JCFF 2026, wadah bagi perintis bisnis kopi. Kami bermula sebagai UMKM. Fokus kami saat itu, mengenalkan kopi berkualitas. Dengan pilihan yang jelas bagi konsumen,” kata Andrew.

JCFF 2026, pejabat BI Jatim mencoba racikan dari Mikael Jasin, Barista Championship Asia / M9

Salah satu tonggak pertumbuhan Kopi Titik Koma, terjadi pada tahun ketiga. Melalui peluncuran Es Kopi Susu Gula Aren. Menu tersebut kini menyumbang sekitar 50 persen, dari total penjualan perusahaan.

Menurut Andrew, Es Kopi Susu Gula Aren, tidak hanya menjadi produk andalan. Tetapi, menjadi sarana memperkenalkan ragam kopi, kepada masyarakat.

Es kopi susu gula aren, ini menjadi pintu masuk. Lewat menu yang familier ini, konsumen awam mulai tertarik mencoba dan akhirnya belajar, bahwa jenis kopi itu sebenarnya sangat beragam,” ujarnya, Jum’at (17/07/2026).

Di tengah ekspansi bisnis, kedua nara sumber mengakui, menjaga kualitas produk di seluruh gerai menjadi tantangan. Karena kopi merupakan komoditas pertanian, yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk perubahan cuaca. Dengan menerapkan pengendalian mutu (quality control), secara ketat. Serta rutin mengumpulkan masukan dari pelanggan.

“Kopi itu soal selera. Apa yang menurut kami enak, belum tentu sesuai dengan selera konsumen. Karena itu, kami harus terus mendengar,” ungkap Mikael Jasin,  Juara pertama World Barista Championship.

JCFF 2026, digelar selama tiga hari di Alun-alun Surabaya / M9

Menurut Mikael, persaingan bisnis semakin ketat. Ia menilai keunggulan usaha tidak hanya ditentukan oleh resep produk yang mudah ditiru, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kepada pelanggan.

“Resep itu bisa ditiru. Namun, yang membuat konsumen kembali adalah bagaimana kami membangun tim dan memberikan pelayanan terbaik,” pungkasnya, di JCFF 2026.

Dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), konsistensi kualitas produk, dan inovasi menu. Melalui JCFF 2025, Bank Indonesia mendukung para pelaku bisnis Kopi. Untuk terus memperluas pasar dan memperkenalkan kopi Indonesia ke tingkat Internasional. (M9)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Komentar

Berita Terkait