Bank Indonesia Sukses Gelar JCFF 2026, Perkuat Ekosistem UMKM dan Perluas Pasar Global

JCFF 2026, dengan tema From Local Flavor to Global Horizon

Detiknews.id Surabaya – Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, dan stakeholder. Resmi menutup 5th Java Coffee & Flavors Festival (JCFF) 2026, pameran yang berlangsung selama tiga hari di Alun-alun Surabaya.

Bank Indonesia sukses menggelar JCFF 2026 / M9

Bank Indonesia sukses menggelar JCFF 2026, pameran bertema, From Local Flavor to Global Horizon. Memperkuat ekosistem Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM). Sekaligus mendorong komoditas unggulan Indonesia, memperluas pasar global.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta, mengatakan, JCFF 2026, telah berkembang menjadi salah satu agenda penting dalam membangun ekosistem kopi, teh, kakao, dan rempah Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2022.

“Melalui tema, From Local Flavor to Global Horizon, JCFF 2026. Komitmen untuk membawa cita rasa lokal Indonesia, menuju Pasar Global,” tutur Filianingsih, Minggu malam, (19/07/2026).

Menurutnya, Pulau Jawa memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah. Semua dapat ditingkatkan nilai tambahnya melalui hilirisasi.

“Pada sektor kopi, fokus diarahkan pada peningkatan kualitas green bean,  sementara sektor teh didorong meningkatkan kualitas bahan baku dan diversifikasi produk. Adapun kakao dan rempah dikembangkan menjadi produk hilir bernilai tinggi seperti ekstrak, minyak atsiri, jamu, dan bumbu siap saji,” ujarnya.

Filianingsih menegaskan, penguatan ekosistem menjadi kunci peningkatan daya saing komoditas tersebut. Mulai dari peningkatan kapasitas UMKM, akses pembiayaan, penguatan rantai pasok, hingga perluasan pasar internasional.

“Perkembangan layanan QRIS Cross Border yang kini telah terkoneksi dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Bank Indonesia juga tengah mempercepat kerja sama dengan bank sentral India dan Saudi Monetary Authority untuk memperluas layanan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan penutupan JCFF 2026, bukan akhir dari upaya pengembangan UMKM dan industri kopi nasional.

“Hari ini yang berakhir hanyalah seremoni. Semangat untuk membangun UMKM, memperkuat ekonomi daerah, dan membawa produk-produk terbaik Indonesia ke pasar dunia harus terus berlanjut,” jelasnya.

Ia mengatakan, keberhasilan pembangunan ekonomi memerlukan sinergi seluruh pihak, mulai dari petani, UMKM, pemerintah, perbankan, akademisi, media, komunitas. Hingga masyarakat sebagai konsumen produk lokal.

JCFF 2026, beragam kegiatan dihadirkan, talkshow, workshop, kompetisi dan pembiayaan perbankan, antara lain: 

Business Matching, Sensory Mapping, Home Brewing, Latte Art Competition, AeroPress Championship, Cupping Test, dan Flavor Innovation Challenge.

Suksesnya JCFF 2026, Bank Indonesia berharap ekosistem kopi, teh, kakao, dan rempah Indonesia, semakin kuat sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM. Sekaligus memperluas daya saing produk lokal di Pasar Internasional. (M9)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Komentar

Berita Terkait