oleh

Kata Mpuh Sembiring Terkait Seorang Mengaku Sebagai Juru Kunci Gunung Sinabung

detikNews.id Karo – Warga di seputaran lingkar Gunung Sinabung merasa terkecoh terkait adanya seseorang yang mengaku sebagai juru kunci Gunung Sinabung.


info

DetikNews.ID


AKBP Teddy Chandra S.I.K

setelah ini


lanjut baca berita


Pasca kedatangannya ke Desa Naman Teran Kecamatan Naman Teran dua hari yang lalu dan sempat viral pada Tanggal 10-12-2020 lalu pertama kali dia mengatakan sebagai juru kunci gunung sinabung.

Saat berkunjung laki-laki tersebut didampingi beberapa orang temannya, Namun sebelum kedatangannya, dia terlebih dahulu melayangkan surat kepada Kepala Desa Naman Teran Rencana Sitepu dan diterima oleh Sekdes,Kenedy Ginting.

Seminggu surat dilayangkan laki-laki tersebut datang bersama rombongannya sehingga Sekdes mengumpulkan warga berkisar 30 orang. Pasca pertemuan bersama warga, laki-laki tersebut mengaku dengan inisial HS warga dari Medan.

Sedangkan isi surat yang dilayangkannya kepada Pemerintahan Desa Naman Teran, dia meminta ijin untuk melakukan penelitian terhadap dampak sosial yang dihadapi masyarakat akibat Gunung Sinabung.

Disaat pertemuan itu, HS mengukuhkan dirinya sebagai Juru kunci Gunung Sinabung sehingga warga percaya.

Hal tersebut dikatakan Sekdes Desa Naman Teran Kenedy Ginting kepada Mpuh Sembiring Gurukinaya didampingi beberapa rekannya, bahwa saya dan warga pada saat itu terkecoh.

Sebab Kedatangannya begitu juga isi suratnya yang diterima hanya untuk melakukan penelitian dampak musibah gunung Sinabung terhadap warga. Tetapi HS mengukuhkan diri sebagai juru kunci Gunung Sinabung dihadapan warga, Tokoh Masyarakat dan Pemerintahan desa setempat.

“Kami merasa terkecoh dibuatnya dan dia sempat memberikan uang 50 ribu rupiah kesetiap warga yang hadir serta makan siang bersama” Ujarnya.

Sementara Dedi Vernandho Ginting’s Putra lereng Sinabung dan juga sebagai Relawan sosial Sinabung mengatakan, Gunung Sinabung tidak pernah mengenal istilah “JURU KUNCI”.

“Aku pastikan siapa saja yang mengaku, mendeklarasikan dirinya menjadi Juru Kunci Gunung Sinabung tidak akan pernah mendapat pengakuan yang sah karena diberbagai sisi sektoral masyarakat Sinabung memiliki karakter, ciri dan sifatnya masing masing. Dan memang istilah JURU KUNCI bukan merupakan adat dan budaya Karo.” Ungkap Dedi.

Lebih lanjut Dedi Vernandho mengatakan, Saya sebagai putra asli kelahiran lereng Sinabung, besar di Sinabung dan salah satu relawan sosial Sinabung, yang sudah bergerak sejak erupsi sinabung tahun 2010 sampai saat ini belum pernah sekalipun mendengar ada orang, bahkan penduduk asli lereng Sinabung yang menyatakan dirinya sebagai Juru kunci Gunung Sinabung.” Jelasnya.

“Kembali saya tegaskan bila ada orang yang menyatakan dirinya sebagai Juru kunci gunung Sinabung, saya pribadi tidak akan pernah mengakuinya sampai kapanpun. Karena memang sejarahnya sejak Gunung Sinabung berdiri, tidak pernah ada istilah Juru kunci,” ungkapnya.

Sementara Mpuh Sembiring Gurukinayan selaku penasehat seluruh paranormal di Kabupaten Karo yang disingkat menjadi FKPPAI DPC Karo didampingi beberapa rekannya mengatakan kepada wartawan, Kamis (7/1) sekira jam 15:30 WIB, bahwa juru kunci salah satu profesi adat yang diwariskan secara turun temurun kepada anak bungsu dari pendahulu (orang tuanya).

“Namun adanya seseorang (HS) yang mengaku sebagai juru kunci gunung sinabung, membuat warga di seputaran lingkar Gunung Sinabung menjadi resah apa yang dilakukannya, tujuannya untuk menaikkan pamornya dan profesinya sebagai paranormal. Untuk itu kepada seluruh masyarakat Tanah Karo jangan sampai terkecoh atas adanya pengakuan seseorang sebagai juru kunci Gunung Sinabung,” kata Mpuh Sembiring. (ius)

Komentar

Berita Terkait