Detiknews.id Surabaya – Andalan Kelompok UPPKA (AKU) menggelar Konsolidasi Nasional AKU 2026. Kegiatan berada di Surabaya, pada tanggal 3–5 Februari 2026. Ini menjadi momentum strategis, untuk menyatukan langkah, menyelaraskan strategi. Serta membuka peluang pengembangan bisnis bagi kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor KB (UPPKA) di seluruh Indonesia.

Ketua Umum Pengurus Pusat AKU, Ir. Ambar Rahayu, MNS, menyampaikan, bahwa konsolidasi nasional ini bertujuan memperkuat kelembagaan AKU. Sekaligus meningkatkan kapasitas kelompok UPPKA. Agar mampu bertahan dan berkembang di tengah tantangan zaman. Selain pembahasan kebijakan dan strategi. Kegiatan ini juga menitikberatkan, pada penguatan karakter pelaku UMKM.
“Konsolidasi Nasional 2026, untuk menyatukan langkah dan strategi. Juga memperkenalkan peluang-peluang pengembangan ke depan. Serta memperkuat institusi AKU. Kami juga memberikan penguatan karakter UMKM. Karena tanpa karakter yang kuat, UMKM tidak akan mampu bertahan,” ujar Ambar.

Dukungan pemerintah ditegaskan oleh, Wahidah Paheng, Direktur Pemberdayaan Ekonomi Keluarga Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga /BKKBN. Ia menekankan, komitmen BKKBN. Untuk mendampingi AKU dan kelompok UPPKA, secara berkelanjutan melalui kebijakan, pembinaan, serta kolaborasi lintas sektor.
“Di Indonesia terdapat sekitar 43 ribu kelompok UPPKA, yang berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi keluarga, khususnya keluarga muda. Dukungan kami tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga kolaborasi dengan kementerian/lembaga, mitra CSR. Serta pelatihan yang relevan, termasuk literasi keuangan dan pemanfaatan produk keuangan digital,” jelas Wahidah.
Sementara, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, MM, berharap konsolidasi nasional ini mampu mendorong kelompok UPPKA untuk “naik kelas”. Saat ini, di Jawa Timur terdapat sekitar 3.600 kelompok UPPKA aktif, dan sekitar 5.000 kelompok yang masih perlu terus didorong pengembangannya.
“Dengan konsolidasi ini serta dukungan kebijakan kementerian, kami berharap kelompok UPPKA dapat berkembang menjadi kelompok usaha yang lebih kuat, mandiri, dan berdaya saing,” ungkap Ernawati.
Melalui Konsolidasi Nasional AKU 2026, diharapkan terbangun sinergi yang lebih solid antara AKU, BKKBN, dan para pemangku kepentingan lainnya. Guna memperkuat ekonomi keluarga, sekaligus mewujudkan ketahanan keluarga yang berkelanjutan. (M9)





Komentar