Polemik Kepemilikan Tanah R Soetopo, Kuasa Hukum Gugat Istri

Detiknews.id Surabaya – Polemik Kepemilikan Tanah atas nama R. Soetopo menjadi sengketa. Pasalnya dijual oleh Sendang Ngawiti yang mengaku sebagai istri sahnya. Namun, Proses jual beli berikutnya adalah batal demi hukum apalagi hibah ke Walikota Surabaya. Cacat hukum dan tidak sah karena tidak ditemukan data valid atau legalitas dari Surat Nikah resmi sebagai istri.

Legalitas kepemilikan lahan sejak tahun 1977 tanah seluas 23.900 meter persegi  sudah disebutkan di dalam letter c dan juga sudah ada Kretek Desa. Jadi semua yang diperoleh oleh PT Griyo Mapan (Widodo) serta Pemkot, soal tanah Ini tidak sah. Hal ini disampaikan oleh Kuasa Hukum Impi Yusnandar S.Sos.SH.MH.

“Kepemilikan tanah milik R Soetopo ini diperkarakan mulai tahun 1977. Tahun 1994 tanggal 3 Maret,” tutur Impi Yusnandar S.Sos.SH.MH didampingi rekan Muhammad Romzul Islam, S.H dan Muhammad Sujudi S.H., M.M. Yang berkantor di MRI Law Office, Jalan Manukan Dadi 15E / 15, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya.

Penasihat Hukum Impi Yusnandar dan Hakim Pengadilan Negeri Surabaya sedang survey lokasi / M9

Lanjut Impi, gugatan kami dalam perkara nomor 1090 menyatakan bahwa perbuatan mereka-mereka adalah perbuatan melawan hukum(PLH) yang sah. Menurut hukum tanah ini akan jatuh langsung ke hak ahli waris namun di periode berikutnya ternyata tanah ini dijual oleh Sendang Ngawiti (mengaku sebagai istri R. Soetopo) mengaku ahli waris tanpa diketahui oleh pemangku wilayah di bawah tangan.

“Saya sudah melakukan cek bahwa di Pacitan tepatnya di kelurahan Pacitan Kecamatan Ngadirejo di desa Cokro Kembang bahwa Kepala Desa menyatakan Soetopo bin Abniwijoyo dan Sendang Ngawiti binti Izam tidak pernah tercatat di desa tersebut,” jelasnya.

Komentar

Berita Terkait