oleh

Polda Jatim Siapkan Titik Pos Perbatasan untuk Larangan Mudik

Detiknews.id Banyuwangi – Larangan Mudik masuk dalam Program Presisi Kapolri. Termasuk dalam 3 hal yaitu, penanganan Covid-19, antisipasi Bulan Ramadhan dan antisipasi Hari Raya Lebaran. Terkait ini, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Dirlantas Polda Jatim, Kabid Humas Polda Jatim dan Pejabat utama Polda Jatim Sabtu (10/4/2021) melakukan kordinasi dengan jajaran di Polresta Banyuwangi, guna menyambut lebaran Idul Fitri terkait larangan mudik dari Pemerintah.


info

DetikNews.ID


AKBP Teddy Chandra S.I.K

setelah ini


lanjut baca berita


Pemerintah sudah mengeluarkan himbauan dan larangan untuk melaksanakan mudik. Titik-titik pos sudah dibuat dari hasil rapat dengan Mabes Polri bersama jajaran Polda. Diantaranya adalah Polda Jateng, Polda Jatim dan Polda Bali.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, kami sudah membuat 7 titik yang masuk ke wilayah Jawa Timur, dan berkoordinasi dengan jajaran Polda Jateng maupun Polda Bali.

“Itu yang paling penting di sini adalah Pelabuhan Ketapang. Kami sudah berkordinasi juga dengan Polda Bali, kami akan menentukan beberapa titik di situ. Sehingga harapannya masyarakat yang masuk itu adalah orang-orang yang bekerja hanya untuk sembako. Sedangkan yang lain harap mengikuti himbauan dari pemerintah untuk tidak melaksanakan mudik,” lanjutnya.

Lanjut Kapolda, kita ketahui bahwa Covid-19 masih ada di sekeliling kita. Masih ada orang yang jatuh sakit bahkan meninggal karena Covid.

“Mari sama-sama kita ikuti apa arahan dari pemerintah, sehingga kita semua bisa menjaga diri. Jaga diri, jaga keselamatan kita masing-masing,” pesan Kapolda Jatim.

Penerapan sistem penyekatan juga akan dilakukan, guna melakukan pemeriksaan surat-surat kepada pengguna jalan atau masyarakat yang akan melakukan perjalanan luar kota maupun Provinsi.

Kapolda menambahkan, Kami akan menerapkan sistem penyekatan, sehingga kalau misalkan mereka tidak dilengkapi dengan surat atau misalkan rekomendasi pekerjaan terkait dengan sembako, maka kita kembalikan, jadi harus balik. KTP-nya nanti dicek, suratnya yang dibawa itu dicek, pada titik nanti mau masuk ke Banyuwangi pasti suruh kembali kalau dari arah dari Bali. Dan dari Bali pun juga sudah pasti mengecek. Kita sudah sepakat sehingga nanti yang masuk itu ngecek sekilas.

“Begitu juga yang dari Banyuwangi mau ke Bali kita cek juga. Sehingga harapan dengan setiap menerapkan hal, tentunya pergerakan itu dengan mengurangi kerumunan. Dan tentunya kalau kerumunan dan pergerakan dikurangi, otomatis resiko penyebaran Covid-19 bisa kita kurangi,” pungkasnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait