Kekerasan Seksual Anak di SMA SPI, Komnas PA Desak Hakim Tolak Prapradilan

Detiknews.id Surabaya – Kekerasan seksual anak yang terjadi di SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) Batu, Jawa Timur. Sekolah berdiri tahun 2007, sementara kejahatan seksual terjadi mulai tahun 2009 hingga sekarang baru terbongkar. Menyeret pendiri Julianto Ekoputra (JE) sebagai tersangka, namun hingga saat ini proses hukum kasusnya tak kunjung usai. Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait, mendesak Hakim pengadilan negeri (PN) Surabaya tolak Praperadilan perkara kasus pencabulan anak.

Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait menjelaskan, kami hari ini kecewa. Hari Jum’at, Sidang Praperadilan pertama yang dijadwalkan pukul 13.00wib. Tapi nyatanya sudah diajukan lebih awal sekitar jam 09.00-10.00wib, sehingga tidak mengetahui proses sidang secara seksama, disitulah kami merasa kecewa, ada apa ini, apa yang disembunyikan disitu

“Ini kan aneh, posisi waktu jam kerja sekarang pukul 13.00wib sudah tidak ada orang di pengadilan. Kan kita mewakili korban. Loh gimana ini, pak Jokowi gimana ini, khususnya Mahkamah Agung. Itulah yang buat kami kecewa, dan sidang Praperadilan adalah hak untuk semua mencari keadilan, tapi janganlah mengelabui jalannya proses keadilan itu sendiri,” terangnya.

Menurutnya, berdasarkan bukti-bukti dan keterangan para korban serta saksi, JE yang ditetapkan tersangka dugaan tindak kekerasan seksual kepada para anak didiknya di SPI. Pelaku resmi tersangka, dan wajib ditahan. Desakan penolakan ini juga untuk dijadikan atensi para penegak hukum (APH) sebagai lembaga kewenangan hukum untuk berpihak kepada kebenaran dan menegakkan keadilan.

“Karena kami yakin betul bahwa ini bukti-bukti yang kami serahkan sudah cukup menjadi pertimbangan Polda Jatim agar status terduga pelaku, dari saksi menjadi tersangka,” ujarnya.

Komentar

Berita Terkait