oleh

Kapolda Jatim Fokus Program PRESISI Kapolri, Cek Kinerja di Wilayah Polres Blitar

Detiknews.id Blitar – Semakin berkembangnya teknologi, semakin pesat perubahan dunia. Di era teknologi 4.0, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta semakin bergerilya dalam memantau kinerja Polres jajaran di wilayah Polda Jatim. Salah satunya, pengecekan kinerja terkait pelaksanaan program Presisi bapak Kapolri di Mapolres Blitar. Kapolda memberikan pengarahan kepada Polres jajaran dan Kapolsek di wilayah Polres Blitar, pentingnya Tugas Wewenang dan Tanggung jawab (TWT).


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta memaparkan, tentang perubahan dunia yang sangat cepat berubah, saat ini sudah era teknologi 4.0. Indonesia pasti mengalami perubahan, oleh karena itu pentingnya dalam melaksanakan Tugas Wewenang dan Tanggung jawab (TWT) dijalankan dengan baik.

“Saya minta mulai Wakapolres, Kabag, Kasat, Kasi, mempunyai tugas wewenang tanggung jawab (TWT). Jika anggota bekerja dengan baik maka organisasi akan berjalan dengan baik, sehingga program Presisi bapak Kapolri dapat kita jalankan,” tegasnya Kapolda kepada seluruh Kapolsek di Gedung Hoegeng Mapolres Blitar.

Kapolda juga berpesan untuk selalu membuat perencanaan program kerja, jika tanpa perencanaan sama dengan merencanakan kegagalan.

Sementara dalam penanganan covid-19 di Blitar, Kapolda mengatakan bahwa kasus Covid-19 di Blitar cukup tinggi, dan sebentar lagi akan menyambut perayaan Idul Fitri.

“Saya minta agar seluruh Kapolsek dan Kasat, dipimpin Pak Kapolres, meningkatkan pelaksanaan operasi, serta menyiapkan tempat untuk melaksanakan karantina, lalu membuat surat kepada satgas covid provinsi terkait ke dalam anggaran maupun rumah sakit rujukan,” Pesannya.

Tak hanya itu, Kapolda juga berpesan kepada seluruh Kapolsek untuk selalu melakukan koordinasi dengan baik melalui grup WhatsApp.

“Tolong diingatkan Bhabinkamtibmas, terus Satgas covid yang ada di Pemda, dengan Kapolres dibuatkan grup, wajib buat grup WA,” ujarnya.

Seperti Polda Jatim dengan Dinkes provinsi dan Satgas Covid-19 Provinsi, punya WA grup dengan pak Pangdam, ibu Gubernur, juga punya grup.

“Jadi saya minta seluruh Kapolsek dengan Kapolres punya grup WA, saya ingatkan kembali untuk melakukan koordinasi dan komunikasi yang baik antar anggota,” jelasnya. Selasa malam (20/05/2021)

Kapolda juga menyinggung soal kesehatan masyarakat, Vaksinasi menjadi bagian penting di dalam pencegahan penyebaran Covid-19. Semua harus mengutamakan pelayanan publik, terutama manula.

“Masih banyak orang yang meninggal terkena Covid-19. Keluarga kita baik jauh maupun dekat. Sehingga kita harus menerapkan Prokes Khusus untuk lebaran, tapi Kamtibmas segera menghimbau melalui tokoh masyarakat, tokoh adat untuk mencegah orang datang balik ke Blitar, “paparnya.

Menurut data yang dihimpun Polres Blitar, Kapolda melihat hampir sebagian besar banyak tenaga kerja yang keluar dari Blitar. Artinya Blitar banyak orang yang bekerja di luar Blitar.

“Jadi betul-betul diseriusi upaya melalui saudara-saudaranya. Di sini itu mencegah, caranya setiap Kepala Desa maupun kelurahan tokoh agama dan tokoh masyarakat melarang orang untuk pulang di awal seperti sekarang ini. Yang kedua, menyiapkan tempat karantina. Jadi disiapkan tempat karantina, kalau sudah sampai bobol, datang di karantina dulu. Baru dipastikan di swab ini disosialisasikan dan disepakati,” tambahnya.

Terkait dengan isu Terorisme, Kapolda mengimbau untuk melakukan Moderasi. Jadi moderasi adalah merubah cara pandang pikir orang-orang untuk lebih memakai Kebhinekaan sesuai dengan yang disampaikan bapak Proklamator kita Bung Karno yang dimakamkan di sini.

“Indonesia adalah Pancasila, pancasila adalah Indonesia. Jadi nilai-nilainya sudah jelas. Kalau ada orang yang belum sama, belum berpemahaman yang sama, tugas kita untuk menyampaikan,” jelasnya

Pesan yang terakhir dari Kapolda Jatim adalah untuk menjaga Komunikasi yang baik antar anggota, karena menurut Kapolda apa yang dipikirkan kita belum tentu sama dengan apa yang dipikirkan oleh orang lain. Maka penting sekali melakukan Komunikasi, Koordinasi, dan Kolaborasi.

“Kalo ingin berhasil dalam menjalankan program TWT ya itu kuncinya, Komunikasi, Koordinasi dan Kolaborasi,” pungkas Jendral Asli Suroboyo ini. (M9)

Mungkin Anda Suka

Komentar