Dugaan Investasi Skin Care Bodong, Website www.somethinc.info Dilaporkan ke Polrestabes Surabaya

Polrestabes Surabaya

Detiknews.id Surabaya – Website www.somethinc.info, dilaporkan ke Polrestabes Surabaya. Diduga telah melakukan penipuan kepada Hanaa Septiana (29), seorang wanita muda di Surabaya. Korban rugi hingga Rp. 60 juta.

Dugaan investasi skin care bodong yang dilakukan website www.somethinc.info dalam menjalankan penipuan. Bermula Hanaa diundang oleh Amelia melalui akun media sosial WhatsApp untuk bergabung dalam sebuah grup bernama “Komisi Dadakan 5” guna percakapan lewat nomor 0815425303798.

Somethinc Beauty, merek skin care lokal ternama, membuat Hanaa tertarik untuk bisnis investasi karena produk sering digunakan. Terjadilah percakapan melalui chat WA, Amelia menjanjikan komisi kepada Hanaa untuk membuat channel YouTube dan akun di website www.somethinc.info.

Tergiur dengan tawaran tersebut, Hanaa mengikuti instruksi Amelia dan mendapatkan komisi Rp 45.000 setelah menyelesaikan tugas yang diperintahkan.

“Komisi tersebut benar-benar cair setelah saya memberikan data lengkap, termasuk nama rekening dan bank,” terangnya.

Selanjutnya, Hanaa diminta untuk menghubungi Mbak Pratita Irawan berpindah ke akun percakapan aplikasi Telegram.

Didalamnya, nama disebut atas nama Mbak Pratita memberikan tugas kepada Hanaa untuk transfer sebesar Rp 50 ribu – Rp 100 ribu secara bertahap dengan dalih untuk membuat situs website Somethinc. Info agar terlihat ramai transaksi. Uang itu harus ditransfer ke Bank CIMB Niaga dengan nomor rekening 707754060000 atas nama Ananda Putra R.

“Mbak Pratita meminta saya untuk transfer uang dengan dalih untuk membuat website Somethinc.Info agar terlihat ramai transaksi. Lalu saya mentransfer dan mendapatkan komisi yang meningkat,” kilasnya.

Transfer dana transaksi awal mendapatkan komisi yang meningkat dari Rp 300 ribu menjadi Rp 522 ribu, dengan keuntungan bersih Rp 277 ribu,” ulas Hanaa.

Selanjutnya, Hanaa diberikan tugas serupa oleh Mbak Yeni Puspita lewat akun Telegram untuk transfer bertahap dari Rp 1 juta hingga Rp 4 juta.

“Tertulis di website, saldo dan komisi saya tertulis sebesar Rp 5 juta 680 ribu. Namun, saya tidak dapat menariknya karena tugasnya belum selesai,” jelas Hanaa.

Lalu, Hanaa pun menyelesaikan tugas kedua dan ketiga hingga bisa transfer Rp 11 juta, dan saldonya bertambah menjadi Rp 18,4 juta. Namun, Hana tetap tidak bisa menarik uangnya.

Dari itu Hana mulai janggal dan curiga dengan meng-capture (ambil gambar tangkapan layar) gawai lewat akun di website Somethinc. Info ternyata bertuliskan posisi jumlah angka kredit berkurang dari 100,00 menjadi 90.00 dengan akun bertuliskan hanaasprject.

Dari petunjuk percakapan yang dari awal diarahkan oleh Yeni Puspita. Alhasil, penarikan Rp 100 juta pun tidak bisa dilakukan karena “kesalahan administrasi”, sebut Hana .

Tak berhenti disitu, Hanaa justru disuruh transfer lagi hingga totalnya mencapai Rp 60 juta. Tetap saja, angka kredit dimaksud admin dalam perintah percakapan tidak bertambah dan Hana diminta transfer lagi, bahkan sampai Rp 20 juta.

“Alasannya pun sama, harus transfer Rp 60 juta terlebih dahulu,” urai Hana menerangkan dengan tunjukkan bukti percakapan akun telegram gawai (alat komunikasi selluler) pribadinya.

Diakhir cerita Hanaa tersadar bahwa ini adalah penipuan dan langsung melapor ke Polrestabes Surabaya. Parahnya lagi, pelaku mencatat 2 nama Jenderal sebagai orang yang memback up bisnisnya.

Sementara itu, melalui kutipan laporan Hanaa melalui WA kepada Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce dengan jawaban segera di cek.

“Nanti saya cek, mohon maaf saya masih ibadah haji,” tutur Kapolrestabes Surabaya saat dikonfirmasi laporan dugaan penipuan.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. (M9)

Komentar