Detiknews.id Surabaya – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPw BI Jatim) kembali menggelar Rupiah Java Run (RJR) 2026. Sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan sport tourism di Jawa Timur.

Rupiah Java Run 2026, digelar untuk kedua kalinya, berlangsung di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, dengan melibatkan sekitar 3.000 pelari. Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan lomba lari kategori 5 kilometer dan 10 kilometer, tetapi juga dirangkaikan dengan edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, QRIS, serta pemberdayaan UMKM.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan penyelenggaraan RJR menjadi salah satu cara memperluas edukasi Rupiah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, dengan memanfaatkan tingginya minat terhadap olahraga lari.
“Ini merupakan bagian dari upaya Bank Indonesia untuk memperluas jangkauan edukasi Rupiah kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sejalan dengan meningkatnya minat terhadap gaya hidup sehat dan olahraga lari. Selain itu juga merupakan bentuk kontribusi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Ibrahim.
RJR 2026 mengintegrasikan olahraga, edukasi Rupiah dan QRIS, pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan yang inklusif dan interaktif.
Rute perlombaan juga menjadi sarana memperkenalkan sejumlah kawasan ikonik dan warisan sejarah Kota Surabaya. Para peserta melintasi kawasan seperti Tugu Pahlawan, Kota Lama Surabaya, De Javasche Bank, hingga kawasan Kya-Kya (China Town).

BI Jatim Paparkan PP No 36 Tahun 2023 DHE SDA dan KLM Per Oktober 2023 Menjadi Rp 137 Triliun
RJR 2026, didukung Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya. Flag off dibuka langsung oleh Ibrahim, Kepala Bappeda dan Kepala Dispora Jawa Timur yang mewakili Gubernur Jawa Timur, serta Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Surabaya, yang mewakili Wali Kota Surabaya.
Selain lomba lari, RJR 2026 turut menghadirkan berbagai kegiatan kreatif, mulai dari lomba mewarnai, memasak, jingle, mural, hingga lomba Pojok Edukasi.
Area Tugu Pahlawan yang menjadi lokasi start dan finish juga dipenuhi UMKM kuliner binaan Bank Indonesia Jawa Timur dan Pemerintah Kota Surabaya. Kehadiran UMKM tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan melibatkan ribuan peserta dan berbagai sektor ekonomi, RJR 2026 diharapkan turut menjaga geliat perekonomian Surabaya dan Jawa Timur. Momentum tersebut sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan II 2026 yang tercatat 5,72 persen secara tahunan (yoy).
Ke depan, Bank Indonesia Jawa Timur menyatakan akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi. Melalui pengembangan UMKM, sport tourism, potensi wisata daerah, serta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah. (M9)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.




Komentar