Detiknews.id Surabaya – Desainer Damayanti, ikut mendukung Paguyuban Cak dan Ning Surabaya. Terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya. Sekaligus pengembangan potensi diri melalui pemilihan The Next Cak dan Ning Surabaya 2026.

Desainer Damayanti mengatakan, ia mendukung agenda big road show, sebagai bagian dari proses pemilihan Cak dan Ning Surabaya 2026.
“Kali ini saya mengangkat Batik Manohara, sebagai bagian dari bentuk mendukung budaya bangsa Indonesia. Mengajak generasi muda untuk mencintai warisan budaya Indonesia, salah satunya Batik yang sebagai bagian dalam busana Cak dan Ning Surabaya 2026,” tuturnya.
Desainer Damayanti, mengusung tema “Manohara”, sebagai busana yang ditampilkan memadukan unsur eco print dengan batik yang memiliki sentuhan budaya Jawa Tengah.

Konsep tersebut juga diselaraskan dengan tren warna yang diproyeksikan berkembang pada 2027, yakni dominasi warna cokelat, biru, serta warna-warna lembut (soft).
“Temanya Manohara, antara eco print dan ini masih masuk di tren 2027. Warna yang mendominasi tren 2027 itu warna-warna cokelat, biru dan warna soft. Batik ini perpaduan dengan Jawa Tengah dengan tema batik Manohara,” jelas Damayanti.

Sementara, Deninta Fasti Berliani, Ning 2024 sekaligus Raki 2026, mengajak para pemuda-pemudi yang memiliki KTP Surabaya untuk turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Menurutnya, pemilihan Cak dan Ning tidak hanya berkaitan dengan peran sebagai duta wisata, tetapi juga menjadi wadah bagi anak muda untuk membangun jejaring dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kota Surabaya.
“Bukan hanya duta wisata, tetapi kita sebuah paguyuban. Di situ pemuda-pemudi dari Surabaya sangat baik untuk kolaborasi dengan banyak stakeholder di Kota Surabaya dan mengembangkan dirinya,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak generasi muda Surabaya yang berpartisipasi dalam pemilihan Cak dan Ning Surabaya. Selain mengembangkan kemampuan dan jejaring, keikutsertaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepedulian generasi muda terhadap budaya lokal.
“Harapannya dengan kegiatan ini lebih banyak lagi anak-anak muda yang dari Surabaya bisa ikut dan melestarikan budaya-budaya di Kota Surabaya, tentunya dengan mengikuti pemilihan Cak dan Ning Surabaya,” katanya.
Melalui rangkaian pemilihan The Next Cak dan Ning Surabaya 2026, para peserta diharapkan tidak hanya mampu menjadi representasi generasi muda Surabaya, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya, pariwisata, serta mampu membangun kolaborasi untuk mendukung perkembangan Kota Surabaya. (M9)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.





Komentar