Penutup Cangkang Siput Laut asal Malang, Jangkau Pasar Internasional

Sebanyak 20 kilogram, mampu menembus Pasar Internasional, akan diekspor ke Arab Saudi

Detiknews.id Malang – Operculum Hemifusus Tuba atau Penutup Cangkang Siput Laut asal Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sebanyak 20 kilogram, mampu menembus Pasar Internasional, akan diekspor ke Arab Saudi.

Penutup Cangkang Siput Laut asal Malang, menjangkau Pasar Internasional. Komoditas ini milik salah satu UMKM lokal. Sebelum diberangkatkan ke negara tujuan pada Kamis (20/8/2026). Sudah menjalani pemeriksaan fisik dan dokumen, oleh pejabat Karantina.

Pejabat Karantina pada Satuan Pelayanan Abdurachman Saleh Malang, Rahman Samad, mengatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan komoditas memenuhi persyaratan karantina dan ketentuan negara tujuan.

“Kami telah melakukan pemeriksaan fisik secara rinci untuk memastikan produk ini bersih, kering sempurna, dan bebas dari sisa jaringan atau kontaminan. Seluruh standar sanitasi dan persyaratan teknis dari negara tujuan telah dipenuhi dengan baik,” ujar Rahman.

Operculum Hemifusus Tuba memiliki nilai ekonomi di pasar Timur Tengah. Komoditas tersebut antara lain dimanfaatkan sebagai bahan baku dupa dan produk hiasan.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan mandat karantina berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pemeriksaan fisik dan dokumen bertujuan memastikan komoditas yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan karantina serta ketentuan negara tujuan.

Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur Hudiansyah, mengatakan, ekspor operculum Hemifusus tuba menunjukkan potensi komoditas daerah untuk masuk ke pasar internasional.

“Karantina tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan terhadap komoditas yang dilalulintaskan, tetapi juga memfasilitasi pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan ekspor,” ujarnya.

Menurutnya, peluang tersebut dapat terus berkembang apabila pelaku usaha mampu menjaga kualitas produk sekaligus memenuhi standar yang ditetapkan negara tujuan.

“Kami terus berkomitmen mendampingi para pelaku usaha daerah agar produknya memenuhi standar karantina. Ekspor operculum ini membuktikan bahwa potensi lokal dari Kecamatan Wagir memiliki daya saing tinggi,” kata Hudiansyah.

Hal tersebut sejalan dengan kebijakan Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, ia mendorong peningkatan mutu, ketertelusuran produk, pemenuhan standar negara tujuan, hingga hilirisasi komoditas sebelum diekspor.

“Karantina siap menjadi fasilitator dan jembatan bagi UMKM untuk mendunia,” tandasnya.

Ekspor tersebut menunjukkan peluang pasar global tidak hanya terbuka bagi komoditas unggulan yang sudah populer. Dengan pengelolaan, pengolahan, dan pemenuhan standar yang tepat, komoditas bahari lokal. Juga dapat memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar luar negeri. (M9)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Komentar

Berita Terkait