Putri Citra Jawa Timur 2026, Lestarikan Budaya Nasional

Yayasan Argadia Citra Indonesia, menggelar Putri Citra Jawa Timur 2026, mengangkat busana Putri Keraton (Dodotan)

Detiknews.id Surabaya – Pemilihan Putri Citra Jawa Timur 2026, kembali digelar sebagai ajang pelestarian budaya, khususnya busana dan tradisi keraton. Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Argadia Citra Indonesia, memasuki tahun ke-40 penyelenggaraan. Sebelumnya, sempat terhenti selama tiga tahun akibat pandemi Covid-19.

Puluhan finalis cilik Putri Citra Jatim 2026 / M9

Ketua Umum Argadia Citra Indonesia DPD  Jawa Timur, Tiya Nyono S.H, mengatakan, Yayasan Argadia Citra Indonesia telah berdiri sejak 1976. Dalam sejarahnya, yayasan tersebut pernah dibina oleh Ibu Tien Soeharto.

“Putri Citra Indonesia Jawa Timur 2026, mengangkat pakem dari putri keraton, yaitu Dodotan. Kami memiliki busana kepakeman yang berbeda dengan pemilihan duta budaya lainnya. Ini  mengangkat dan melestarikan busana Dodotan sesuai pakem putri keraton, bukan busana pengantin Dodotan,” ujarnya.

Menurutnya, penggunaan busana di ajang Putri Citra memiliki aturan yang telah ditentukan oleh lisensi. Ketentuan tersebut diterapkan sesuai kategori peserta, mulai anak-anak hingga dewasa.

“Untuk kategori anak-anak, peserta mendapatkan edukasi mengenai budaya dan busana. Sementara peserta dewasa diwajibkan mengenakan busana Dodotan sesuai pakem yang telah ditentukan,” ungkapnya.

Pelaksanaan kembali dilakukan sejak 2025, setelah vakum sekitar tujuh tahun. Pada penyelenggaraan perdana setelah vakum tersebut, Jawa Timur dipercaya menjadi tuan rumah nasional.

Ajang Putri Citra, menunjuk Dewan Juri yang kompeten di bidangnya /M9

Prestasi membanggakan juga diraih Jawa Timur dengan menjadi juara umum pada ajang tersebut.

“Untuk tahun 2026 ini, kami mempunyai kewajiban dari Putri Citra Jatim yang mendapatkan gelar juara umum untuk memberikan kesempatan tampil di Putri Citra Nasional yang tahun ini diselenggarakan di Yogyakarta,” katanya.

Persiapan penyelenggaraan Putri Citra Jawa Timur 2026 telah dilakukan sejak Agustus. Penyelenggara juga mendapat dukungan pemerintah melalui perwakilan Dinas Pendidikan untuk mendorong daerah di Jawa Timur mengirimkan perwakilannya.

Hingga tahap finalisasi, kategori dewasa telah memiliki 35 finalis. Mewakili kabupaten/kota. Sementara kategori anak-anak diikuti 30 peserta dan kategori remaja sebanyak 35 peserta.

Selain tingkat nasional, Putri Citra juga pernah dikembangkan hingga tingkat internasional. Sekitar lima tahun lalu, ajang tersebut menyelenggarakan pemilihan busana daerah ASEAN di Singapura.

Putri Citra juga disebut rutin mendapatkan undangan, dalam berbagai kegiatan kebudayaan. Termasuk perayaan ulang tahun Sultan Bukiyah.

Ke depan, Yayasan Argadia Citra Indonesia juga menyiapkan pengembangan kegiatan pelestarian budaya. Melalui rencana grand opening Museum Busana Nusantara Argadia dan Museum Rempah.

Pemenang Puteri Citra Jatim 2026 Kategori Anak anak :

Juara 1 : Elmira Queen Syabila, Juara 2 : Quaneisha Zaheen Maisoora, Juara 3 : Bilqis Kayshila Rafani Laksono, Juara Harapan 1 : Aura Aquina Latisha Firdaus, Juara Harapan 2 : Sheza Qarina Amalia, dan  Juara Harapan 3 : Adel Maura Sabrina

Penyelenggara berharap, keberadaan Putri Citra, tidak hanya menjadi ajang pemilihan putri. Tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal, menggunakan, dan melestarikan budaya Nusantara sesuai pakemnya. (M9)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Komentar

Berita Terkait