Detiknews.id Jakarta – Siapa yang tak kenal, Friderica Widyasari Dewi (50). Wanita Indonesia yang kharismatik dan cerdas ini, malang melintang sebagai pengawas industri jasa keuangan. Karirnya yang moncer, ditunjuk sebagai Pejabat Sementara Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, menggantikan Mahendra Siregar, efektif 31 Januari 2026.
Friderica Widyasari Dewi, menekankan pentingnya perempuan pemimpin yang membawa keberpihakan, nurani, dan sinergi. Untuk memperkuat integritas, serta kepercayaan dalam industri keuangan Indonesia.
“Kami mendorong perempuan, untuk membangun support system yang kokoh (kolega, keluarga). Kunci sukses mencapai keberhasilan karier dan keluarga,” tutur Friderica Widyasari Dewi, wanita lulusan UGM dan California State University, yang memiliki karier panjang di pasar modal dan OJK.
Friderica Widyasari Dewi, Penyandang gelar Diajeng Yogyakarta. Membagikan empat prinsip penting, yaitu:
Pemimpin Perempuan Berempati: Perempuan memimpin dengan mengatur rasa, menata logika, dan menjaga nilai, tidak hanya kekuasaan.
Sinergi & Integritas: Mengutamakan kolaborasi lintas sektor, untuk membangun industri keuangan yang lebih kuat dan terpercaya.
Kecerdasan Rasa: Misi Indonesia Emas 2045, memerlukan kecerdasan rasa dari perempuan sebagai penyeimbang, membawa empati dan etika dalam inovasi.
Support System: Sukses perempuan, didukung oleh sistem pendukung yang dibangun, melalui rasa percaya, empati, dan manajemen waktu serta energi.
Untuk diketahui, Friderica Widyasari Dewi juga mempunyai latar belakang yang menunjang kepemimpinannya, antara lain:
Aset: Berdasarkan LHKPN per 31 Desember 2024, total harta kekayaan Friderica mencapai Rp 85,34 miliar, didominasi aset tanah dan bangunan.
Pendidikan: Untuk S1 dari Universitas Gadjah Mada tahun 2001, berlanjut S2 bidang keuangan (Master of Bussiness Administration) di California State University, Fresno, Amerika Serikat pada 2004. Kemudian, untuk S3 dan meraih gelar doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM), dengan peringkat cumlaude pada 2019
Karir sebelumnya:
Dipercaya menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJk, tahun 2020 hingga sekarang.
Juga dipercaya menjabat, Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas (2020 – 2022), Direktur Utama KSEI (2019 – 2020), Direktur KSEI (2015 – 2019), Direktur Pengembangan BEI (2009 – 2015), Sekretaris Perusahaan BEI (2008 – 2009), Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan (2006 – 2008), Staf Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2008). (M9)





Komentar