Detiknews.id Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) nasional tetap terjaga. Penilaian tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK, pada 24 Desember 2025. Hal ini ditegaskan oleh, Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar.
“OJK mencatat perekonomian global secara umum menunjukkan perbaikan, meskipun ekonomi Tiongkok masih berada di bawah ekspektasi. Aktivitas manufaktur global tetap berada di zona ekspansi, namun lajunya melambat seiring menurunnya kepercayaan konsumen,” tutur Ketua Dewan Komisioner Mahendra Siregar, Jum’at (09/01/2026)
Sejumlah bank sentral merespons kondisi tersebut dengan kebijakan akomodatif. The Federal Reserve, memangkas suku bunga acuan 25 basis poin pada Desember 2025. Bank of England juga menurunkan suku bunga 25 basis poin menjadi 3,75 persen. Sementara itu, Bank of Japan menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam tiga dekade.
Untuk tahun 2026, lembaga multilateral memperkirakan pertumbuhan ekonomi global masih berlanjut. Perbedaan kebijakan moneter memengaruhi pasar keuangan global. Pasar saham global menguat. Namun kenaikan suku bunga Jepang, menekan pasar obligasi global akibat berakhirnya praktik carry trade.
OJK juga mencermati risiko geopolitik, termasuk perkembangan di Venezuela, yang berpotensi memengaruhi stabilitas pasar keuangan global.
Di dalam negeri, inflasi inti pada Desember 2025 tercatat meningkat. Sektor manufaktur tetap ekspansif dan neraca perdagangan Indonesia masih mencatatkan surplus. (M9)





Komentar