Detiknews.id Surabaya – Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur, Bambang Haryo Soekartono, menegaskan sembilan perguruan silat di Jawa Timur, mendeklarasikan komitmen damai. Komitmen damai, perlu terus digelorakan agar dapat menjadi teladan bersama.
IPSI Jatim mendukung sembilan perguruan silat, menggelar deklarasi damai. Hal ini disambut positif oleh semua pihak, di tengah masih maraknya konflik antar perguruan silat. Semua pihak, tidak menginginkan adanya konflik antar pesilat
“Deklarasi damai, memang perlu kita gelar dan kita dorong bersama,” tutur Ketua IPSI Jatim, Bambang Haryo, Sabtu (31/01/2026)
Menurut Bambang Haryo, seluruh perguruan silat di Jawa Timur dapat terus menjaga kebersamaan, kerukunan, dan persatuan. Setiap perguruan, memiliki keunggulan masing-masing, yang dapat bersinergi. Untuk mendukung prestasi pencak silat di daerah.
“Kita berharap semua perguruan bisa guyub dan bersatu. Tidak ada saling menyinggung satu sama lain, karena kita adalah satu kebersatuan,” tegasnya.
Bambang Haryo menegaskan, bahwa setiap bentrokan yang terjadi bukan mewakili perguruan, melainkan ulah oknum.
“Tidak ada satu perguruan pun yang mengajarkan anggotanya, untuk gontok-gontokan. Kalau ada bentrokan, itu murni oknum,” katanya.
Ia juga menekankan, bahwa seluruh perguruan silat menjunjung tinggi nilai kesantunan, budaya, kedisiplinan. Serta cinta Tanah Air, yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Nilai-nilai tersebut tertuang, dalam tujuh janji pesilat yang wajib dipegang teguh.
“Harapannya, oknum-oknum seperti itu tidak muncul dari perguruan-perguruan ini,” tandasnya.
Adapun sembilan perguruan silat yang mengikuti deklarasi damai, antara lain:
PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate), Tapak Suci, Pagar Nusa, Persinas ASAD, Cempaka Putih, IKSPI Kera Sakti, Merpati Putih, Perisai Diri, dan PSHW (Persaudaraan Setia Hati Winongo). (M9)





Komentar