Detiknews.id Surabaya – National Star Academy (NSA) Surabaya, menjadi trade Center pendidikan. Selain teknologi dan sains, juga menanamkan pemahaman budaya dan nilai-nilai lokal. Prinsip tersebut tercermin dalam pelaksanaan Campaign Science.

Campaign Science inovasi NSA, memajukan budaya Indonesia. Terbukti dengan hadirnya 40 duta pendidikan internasional. Terdiri dari, mahasiswa dan dosen internasional. Termasuk dua profesor dari Malaysia, serta mahasiswa jenjang S1 hingga S3 dari 21 Universitas. Antara lain, dari Malaysia, Filipina, Thailand, China, dan Rusia.
Tahun 2026, materi budaya difokuskan pada batik, khususnya motif kawung, yang dilukis di atas papan telenan. Sebagai medium pembelajaran kontekstual. dalam skema pembelajaran lintas budaya, yang terintegrasi dengan proses belajar siswa NSA.

Prodi D4 Tata Busana Fakultas Vokasi UNESA Gelar Pelatihan Ecobag dengan Hiasan Hand Painting
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama NSA dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang telah berlangsung sejak 2015, dan terus dikembangkan sesuai kebutuhan zaman.

Kepala Sekolah SMP NSA Surabaya, Inggriette Liany Widyasari, mengatakan Campaign Science dirancang sebagai ruang belajar bersama antara siswa dan mahasiswa internasional.
“Mahasiswa belajar teknologi dan sains di ITS. Di NSA, mereka belajar budaya dan nilai. Keduanya harus berjalan seimbang,” ujarnya.
Menurutnya, Motif kawung, merupakan batik klasik Jawa dari Yogyakarta dan Surakarta. Batik ini, sejak masa Kerajaan Mataram Kuno. Digunakan di lingkungan keraton sebagai simbol kehormatan, kebijaksanaan, dan pengendalian diri.
“Bentuk bulatan simetris menyerupai kolang-kaling merepresentasikan keteraturan dan keseimbangan hidup, nilai yang diperkenalkan sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis budaya,” jelasnya, Kamis (29/01/2026)

Kehadiran duta pendidikan mancanegara, disambut Tari Jejer Jaran Dawuk khas Banyuwangi. Juga pertunjukan multikultural siswa, mulai dari alunan guzheng, atraksi wushu, hingga pengenalan gamelan, angklung, dan kulintang. Seluruh kegiatan dirancang sebagai proses pembelajaran aktif, sejalan dengan tujuan SDGs dalam membangun pendidikan berkualitas dan berkelanjutan.
Salah satu duta pendidikan dari Rusia, Ilya Muhin (19), mengaku, senang bisa belajar budaya Indonesia. “Ini merupakan pengalaman baru, bagi saya. Saya senang bisa melukis Batik, ini menambah wawasan saya mengenal budaya Indonesia,” ungkapnya.
Melalui Campaign Science, NSA Surabaya memposisikan sekolah sebagai ruang pembelajaran lintas budaya. Siswa tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat langsung dalam interaksi global. Menegaskan komitmen NSA membekali siswa dengan wawasan dunia tanpa melepaskan akar budaya Nusantara. (M9)




Komentar