Detiknews.id Bandung – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim (KPw BI Jatim), Rifki Ismal menegaskan, BI Jatim terus memperkuat sinergi dan kolaborasi. Mengajak masyarakat untuk Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Melalui Capacity Building, bertujuan, meningkatkan akurasi informasi, literasi ekonomi. Membangun optimisme publik terhadap perekonomian nasional.

BI Jatim juga mengajak masyarakat untuk membudayakan penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard). Sebagai standar pembayaran digital nasional yang praktis, cepat, dan aman. BI Jatim bersinergi dengan media, “Mengawal Inovasi Sistem Pembayaran, Peran Media Dalam Membangun Kepercayaan Publik”
Dalam sambutannya, Rifki Ismal, menuturkan, peran media sangat strategis dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi.
“Level pemahaman publik terhadap suatu isu sangat ditentukan oleh bagaimana Bapak-Ibu sekalian menyampaikan informasi. Ketika informasi yang disampaikan informatif, mengedukasi, dan mencerahkan, maka publik pun akan semakin cerdas dalam memahami kondisi ekonomi,” tuturnya.
Ia menekankan, bahwa sinergi antara lembaga negara dan media menjadi kunci dalam meningkatkan literasi serta edukasi ekonomi masyarakat.
“Informasi yang akurat dan berimbang diyakini dapat membangun tingkat optimisme publik, terhadap kondisi ekonomi Indonesia, baik saat ini maupun ke depan,” jelasnya, Sabtu (14/02/2026)
Menurutnya, Ekonomi Indonesia, sangat dipengaruhi oleh dinamika global. Berbagai peristiwa di Timur Tengah, Amerika, Eropa, hingga negara-negara tetangga. Termasuk kondisi domestik, memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian nasional.
“Sebaiknya masyarakat menggunakan QRIS, ini membantu masyarakat mempermudah proses pembayaran dimanapun berada. Selain itu, mengajak masyarakat untuk cinta, bangga dan paham Rupiah. Ini salah satu bagaimana kita mencerahkan publik. Dengan membentuk opini dan optimisme masyarakat terhadap ekonomi Indonesia. Karena itu, sinergi antara kami sebagai lembaga negara dan media harus solid dan erat,” tegasnya.
Ada tiga tujuan diadakan capacity building, yaitu: Pertama, meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan media. Kedua, memperkuat akurasi serta kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Ketiga, membangun opini publik yang positif dan optimistis terhadap ekonomi Indonesia.
Rifki juga menjelaskan, untuk CBP Rupiah, dari sisi ekonomi proteksi yang legal berdasarkan UU di Indonesia.
“Ada dua yang wajib kita ketahui, Yaitu, Pertama, Transaksi di Indonesia, wajib menggunakan Rupiah. Kedua di Indonesia selain mata uang Rupiah itu ilegal, karena itu merupakan alat tukar uang yang sah,” jelasnya.
Rifki menambahkan, dalam teori ekonomi, ekspektasi atau harapan publik memiliki pengaruh besar, terhadap pergerakan ekonomi.
“Komunikasi yang tepat, berbasis data, dan edukatif. Menjadi fondasi penting, dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat. Kami berharap hubungan kemitraan dengan media di Jawa Timur semakin erat. Sehingga mampu bersama-sama mendorong literasi ekonomi yang lebih baik serta menjaga optimisme publik di tengah berbagai tantangan global,” pungkasnya. (M9)





Komentar