Detiknews.id Surabaya – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), mencatat pertumbuhan arus peti kemas sebesar 4,03 persen, pada Desember 2025. Ini secara month-on-month. Volume peti kemas meningkat dari 132 ribu TEUs, pada November menjadi 138 ribu TEUs. Didorong oleh kontribusi peti kemas internasional, sebesar 130 ribu TEUs dan domestik 8 ribu TEUs.
Arus peti kemas TPS, secara year-on-year, untuk internasional periode Januari–Desember 2025, mencapai 1,509 juta TEUs, atau naik tipis 0,06 persen, dibandingkan tahun sebelumnya. Namun secara total, arus peti kemas domestik dan internasional terkoreksi 0,45 persen, menjadi 1,57 juta TEUs. Akibat ketidakseimbangan volume dan jumlah kunjungan kapal domestik.
Dari sisi perdagangan luar negeri, arus ekspor Desember 2025, tumbuh 5 persen menjadi 62 ribu TEUs. Sementara impor naik 2,98 persen, menjadi 68 ribu TEUs. Sepanjang 2025, komposisi arus peti kemas relatif seimbang, dengan ekspor sebesar 49 persen (741 ribu TEUs) dan impor 51 persen (767 ribu TEUs), tidak berubah dibandingkan tahun 2024.

Sinergitas TPS dan DPW ALFI, Perkuat Konektivitas Arus Peti Kemas Ekosistem Logistik Nasional
Jumlah kunjungan kapal ke TPS, selama 2025 meningkat 5,43 persen, menjadi 1.281 kunjungan. TPS juga mencatat produktivitas bongkar muat rata-rata 52 box/ ship/ hour. Melampaui standar minimum Kementerian Perhubungan, sebesar 48 box/ ship/ hour. Serta mempertahankan pangsa pasar peti kemas internasional, sebesar 83 persen di Pelabuhan Tanjung Perak.
Direktur TPS Erika Asih Palupi, menyatakan,” Kinerja positif tersebut ditopang oleh keandalan layanan operasional,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan, Wakil Ketua DPD GPEI Jawa Timur Boy George Rahman, yang menilai layanan receiving peti kemas ekspor TPS, semakin efisien. Dengan Truck Round Time, di bawah 30 menit. (M9)




Komentar