Detiknews.id Surabaya – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana, Fakultas Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menggelar pelatihan pembuatan aksesoris fashion, Minggu (19/07/2026). Dengan bahan paper beads dari limbah kertas, di lingkungan RT 07/RW 03, Kelurahan Jambangan, Surabaya.

Tim PKM Fakultas Vokasi UNESA, menggelar pelatihan pembuatan aksesoris fashion, diikuti 25 ibu PKK Jambangan. Bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat. Memanfaatkan limbah kertas, menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), yakni, SDG 5 tentang Kesetaraan Gender, SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Pelatihan dibuka oleh Ketua RW 03 dan Ketua RT 07 Jambangan. Pengurus wilayah mengapresiasi pelaksanaan pelatihan. Karena dinilai memberikan keterampilan yang dapat dimanfaatkan masyarakat, sebagai kegiatan produktif di rumah.

Ketua Tim PKM Fakultas Vokasi UNESA, Fadlilah Indira Sari, S.Pd., M.Pd., mengatakan, pelatihan tidak hanya mengajarkan teknik pembuatan aksesori. Tetapi juga mengenalkan prinsip 3R (reduce, reuse, dan recycle), dalam pengelolaan limbah rumah tangga.
“Limbah kertas seperti majalah dan kertas bekas dipotong sesuai pola, digulung, direkatkan. Kemudian diberi lapisan pelindung, sebelum dirangkai menjadi gelang, kalung, bros, dan berbagai aksesoris fashion lainnya,” ujarnya.
Selama pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pemilihan bahan, pembuatan pola, teknik menggulung, penyusunan warna, perangkaian aksesori, hingga penyelesaian akhir. Tim PKM, juga memberikan pembekalan tentang quality control, perhitungan biaya produksi, penentuan harga jual, dan pengemasan produk.
Peserta mempraktikkan pembuatan aksesoris secara langsung dengan memadukan warna, bentuk gulungan kertas, serta manik-manik sesuai kreativitas masing-masing. Produk yang dihasilkan kemudian dievaluasi, berdasarkan aspek kreativitas, fungsi, estetika, kerapian, kesesuaian kemasan, dan potensi nilai jual.
Koordinator Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana, Fakultas Vokasi UNESA, menilai hasil karya peserta menunjukkan bahwa limbah kertas dapat diolah menjadi aksesoris fashion. Ini memiliki nilai fungsi, estetika, dan peluang ekonomi.
“Kami berharap keterampilan ini terus dikembangkan, sehingga dapat menjadi kegiatan produktif. Sekaligus membuka peluang usaha bagi ibu-ibu PKK Jambangan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Program Studi Sarjana Terapan Tata Busana, Fakultas Vokasi UNESA, menjalankan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan memberikan keterampilan vokasional. Harapannya, dapat mendukung pemberdayaan masyarakat. Serta pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan. (M9)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.




Komentar