Temu Kangen Keluarga Sumba di Surabaya, Gelar Reuni Akbar  

Detiknews.id Surabaya – Sumba merupakan destinasi exotic Indonesia dan menjadi legendaris budaya yang terkenal di dunia. Ragam kebhinekaan masih erat terjalin bagi suku Sumba, terbukti dengan pagelaran Reuni Akbar yang diadakan oleh persatuan Sumba. Kegiatan berada di Double Happiness di Jalan M. Duryat Surabaya.

Mommy Katrin Wimpie didampingi  Madam Merry Lios,  menceritakan kebanggaan terhadap masyarakat Sumba. Reuni Akbar ini, sempat tertunda selama 2 tahun. Namun semakin erat terjalin persaudaraan diantara mereka. Senin (04/09/2023)

Persatuan Sumba dihadiri ratusan masyarakat Sumba / M9

Saat diwawancarai oleh media, salah satu peserta Keluarga Sumba menuturkan, hari ini kami menggelar kegiatan Reuni Akbar.

“Reuni ini digelar dalam rangka temu kangen keluarga Sumba, karena sudah tiga tahun tidak pernah kumpul terus mereka kangen minta kumpul. Kegiatan diisi dengan menyanyi, menari, dance, keseruan game dan ditutup dengan ramah tamah,” tuturnya.

Kemeriahan reuni Sumba / M9

Menurutnya, Kain Tenun Ikat khas Sumba menjadi dresscode kegiatan malam ini. Tujuan dari pertemuan ini, tetap menjalin keakraban. Semua saling memelihara kekeluargaan, kangen – kangenan. Semua yang hadir ini ada yang membawa keluarga, ada yang membawa keponakan. Ada yang duduk satu meja family, ada yang satu marga, ada yang beda.

Baca Juga
Budaya "Satu Tungku Biga Batu", Kapolres Fakfak: Harus Satu Kata Satu Rasa Satu Hati

“Temu kangen hari yang hadir ± 128 peserta, itu belum semua di Surabaya sendiri warga Sumba itu banyak. Untuk mempersiapkan acara ini waktunya tidak sampai satu bulan,” jelasnya.

Persatuan Sumba dimeriahkan dengan menyanyi bersama dan menari bersama / M9

Dijelaskan, untuk kegiatan ini nanti yang di tampilkan menyanyi, menari, dance nyanyian lagu Sumba. Untuk budaya Sumba budaya kita kaya, dan tempat ikonik jadi pariwisata. Beragam budaya, baik tarinya, tenunnya sangat bagus, pemandangannya juga bagus. untuk makanannya sendiri di sana ya kebanyakan ikan laut yang hasilnya langsung dari laut.

“Harapannya, dengan menjalin keakraban satu sama lain menjaga persatuan persaudaraan warga Sumba. Ini kami adakan setiap 1 tahun sekali. Hanya waktu Covid saja kita tidak kumpul. Itu jedanya 2-3 tahun,” terangnya.

Baca Juga
Bandara Juanda Gelar Meeting Airport Security di Tahun Budaya Keamanan 2021

Mommy Katrin Wimpie menambahkan, Sumba itu terkenal dengan berkuda di pantai (Horse Sunset). Pantainya yang indah karena Sumba itu terkenal seluruh dunia nomer satu terindah dari pantainya.

“Ayo ramai – ramai kita ke pulau Sumba, di sana terkenal apalagi dengan Sumba Timur. Kebanyakan kami semua orang Sumba Timur dari Waingapu,” terangnya.

Masih dengan Mommy, Waingapu terkenal dengan tenun ikatnya, tenun ikat Kombu yang sangat bagus, sangat terkenal seluruh dunia dan sangat mahal.

“Karena mereka menenun kain itu bisa setahun lebih, jadi memang betul – betul hasilnya seperti mami punya dress. Kain ini namanya kain kombu, ini motif orang Marapu karena Sumba itu terkenal dengan Sumba Timur tempat asal Mommy, karena memang Mommy berasal dari Waingapu Sumba Timur jadi terkenal dengan Sumba Marapu,” ungkapnya.

Baca Juga
18 Tahun, Temu Kangen SLTP PGRI Sepatan Angkatan 2000

“Kain tenun Kombu ini tidak panas kalau di pakai. Terkenal seluruh dunia seluruh designer, pasti tau ini tenun Sumba Timur yang paling bagus. Sumba Timur itu daratan Sumba itu ada empat yaitu Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya,” tambahnya.

Menurutnya, perjalanan ke Sumba kalau naik pesawat itu dari sini transit ke Denpasar dari Denpasar ke Waing Apu itu satu jam setengah, kalau rumah adat di sana rumah panggung karena di sana masih banyak Raja, masih banyak kasta Raja.

“Jadi kalau ada kematian Raja, itu turis dari seluruh manca negara datang. Jadi kalau kematian Raja itu tidak langsung di makamkan, nanti bertahun-tahun dulu itu seluruh turis dari manca negara pasti datang turun di Sumba jadi mereka dari Bali langsung ke Sumba dari sukunya sendiri ya suku Sumba,” pungkasnya. (M9)

Komentar

Berita Terkait