oleh

Disiplin Prokes dan 3T di Jawa Timur, Isi Arahan Panglima TNI-Kapolri

Detiknews.id Sidoarjo – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto  dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan dalam Penanganan Covid-19 di Bangkalan. Hal ini diikuti oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto. Arahan diberikan terkait edukasi Prokes dan 3T di Jawa Timur, kegiatan berada di Lanudal Juanda Sidoarjo.


info

DetikNews.ID



setelah ini


lanjut baca berita


Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Pangkogabwilhan II, Asops Panglima TNI, Kababek TNI, Kapuspen TNI, Kapuskes TNI, Kasgartap III, Danpuspenerbal, Danlantamal V/Surabaya, Danrem 084/BJ, Asops Kapolri, Kadiv Propam Polri, Kadiv Humas Polri, Kakor Binmas Polri, Wakabareskrim, Karumkit TK1 Polri, Karokorwas PPNS.

Pangdam V/Brawijaya memaparkan situasi penyebaran covid serta langkah – langkah penanganan penyebaran covid-19 di Jawa Timur, terjadi peningkatan kasus aktif.

“Ketersediaan Bed Occupancy Rate (BOR) di Rumah Sakit rujukan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, mencapai 80 persen. Untuk itu kami berupaya menyediakan tempat isolasi mandiri di Balai Pengembangan Wilayah Surabaya dan Madura (BPWS), Balai Diklat Pemda Bangkalan, dan Universitas Bangkalan,” papar Pangdam V Brawijaya.

Upaya yang dilakukan dalam penanganan covid-19 di Kabupaten Bangkalan, diantaranya penerapan 3M Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan 3T Testing , Tracing, Treatment.

Pengendalian Kasus dengan optimalisasi fungsi PPKM Mikro, memastikan ketersediaan BOR, pemberian sembako serta peningkatan Vaksinasi.

Sementara Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dalam kegiatan tersebut juga memberikan pengarahan untuk pelaksanaan vaksinasi diprioritaskan terhadap lansia, karena porsentase angka kematiannya tinggi.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengarahkan, Isolasi mandiri harus dilakukan pengawasan yang ketat supaya tidak menjadi faktor pemicu meningkatnya penyebaran.

“Laksanakan briefing terhadap anggota yang melaksanan tugas supaya memahami tugas pokok dalam penanganan covid-19,” perintah Panglima TNI.

Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo juga mengatakan, penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, sudah mulai terkoordinir dan terorganisir.

“Sinergitas dalam penanganan covid 19 harus tetap dijaga,” tuturnya. Jum’at (11/06/2021)

Menurut Kapolri, sesuai analisa Presiden Jokowi, kita lemah di testing dan tracing, dan kuat di treatment. Hal tersebut dapat menjadi evaluasi dalam penanganan covid-19 kedepan.

“Pelaksanaan optimalisasi PPKM Mikro terutama didaerah dengan angka sebaran covid-19 yang tinggi. Tes PCR supaya dioptimalkan pelaksanaannya, agar proses tes PCR hasilnya tidak lebih dari 1 hari,” tegasnya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Lebih lanjut Kapolri menegaskan, dalam penanganan manajemen covid-19 harus bagus mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, sampai pada tahap pengawasan.

“Penanganan lonjakan penyebaran covid-19 di Bangkalan, bisa menjadi role mode dan diadopsi oleh wilayah lain apabila mengalami hal serupa, mulai dari pembagian rayonisasi, pengorganisasian hingga penanganan lainnya,” pungkas Kapolri. (M9)

Komentar

Berita Terkait