BI Jatim Gelar Capacity Building, Prediksi Tekanan Inflasi Meningkat di Triwulan II

Detiknews.id Yogyakarta – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, meningkatkan ekonomi nasional dengan menggelar Capacity Building dan Media Gathering. Kegiatan ini bertujuan sebagai indikator, untuk memprediksi pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk Inflasi Jawa terhadap Nasional 67, 87 Persen. Hal ini disampaikan oleh 4 nara sumber yaitu, Siti Rochmawati, Analis Senior KPw BI Jatim, Myrnawati Savitri, Analis Senior Fungsi Data Statistik dan Ekonomi Keuangan, Sri Mulyani Handayu Analis Fungsi Data Statistik dan Ekonomi Keuangan, dan Hesti Chandra S, Manager KPw BI Jatim, Analis Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM.

Menurut Myrnawati Savitri – Analis Senior Fungsi Statistik dan Ekonomi Keuangan menuturkan, urvei kegiatan dunia usaha itu meliputi mendapatkan indikasi arah perkembangan kegiatan ekonomi dari sisi penawaran produksi pada triwulan berjalan dan perkiraan triwulan mendatang.

“Selanjutnya, memberi arah pertumbuhan produk domestik bruto/ produk domestik regional bruto. Selain itu juga memberikan informasi mengenai ekspektasi pelaku usaha terhadap perkiraan inflasi. Terakhir adalah memberikan informasi mengenai perkembangan kondisi keuangan dunia usaha,” tuturnya.

Sri Mulyani Handayu РAnalisis Fungsi Fungsi Statistik dan Ekonomi Keuangan  memaparkan, dari hasil survei kegiatan dunia usaha tersebut. Untuk ekonomi di Indonesia, dari indikator kami menunjukkan angka yang baik. Pemulihan ekonomi di Indonesia tumbuh meskipun melambat.

“Ini terbukti dari triwulan I tahun 2022, Nilai saldo 9,56 persen mencatat Saldo Bersih Tertimbang (STB) tumbuh melambat sebesar 23,3 persen. Sementara, penurunan kinerja usaha terjadi pada sektor industri pengolahan. Kinerja kegiatan dunia usaha di Triwulan II tahun 2022 diperkirakan tumbuh sebesar 36,48 persen. Prakiraan kegiatan dunia usaha ini membaik di Triwulan II didorong oleh peningkatan permintaan pada triwulan mendatang seiring dengan adanya Hari Raya Idul Fitri dan pelonggaran kebijakan pembatasan mobilisasi,” tandasnya.

Komentar

Berita Terkait