S&P Global Ratings: Pertahankan Peringkat Kredit Indonesia di Level BBB dan Outlook Stabil

Standard & Poor's (S&P) Global Ratings, merupakan lembaga pemeringkat internasional

Detiknews.id Jakarta – Standard & Poor’s (S&P) Global Ratings, merupakan lembaga pemeringkat internasional. Peringkat kredit Indonesia, dipertahankan pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Ini mencerminkan keyakinan S&P terhadap ketahanan ekonomi Indonesia, kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter. Serta kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi, di tengah ketidakpastian global.

S&P Global Ratings, menilai fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, didukung prospek pertumbuhan ekonomi sekitar 5 persen dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Untuk 2026, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan mencapai sekitar 5,1 persen, sementara pada triwulan I-2026 ekonomi Indonesia tumbuh 5,6 persen secara tahunan (year-on-year).

Menteri Keuangan menyampaikan, bahwa keputusan S&P merupakan pengakuan atas konsistensi Pemerintah, dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Sekaligus melanjutkan agenda reformasi struktural.

“Keputusan S&P mempertahankan peringkat Indonesia pada level investment grade, dengan outlook stabil. Menunjukkan bahwa arah kebijakan ekonomi nasional terjaga kredibel. Pemerintah akan terus menjaga disiplin fiskal, memperkuat basis penerimaan negara, meningkatkan kualitas belanja, serta memastikan pembiayaan dikelola secara prudent, efisien, dan berkelanjutan, ” ujar Menkeu, Senin (13/07/2026)

S&P juga memberikan penilaian positif terhadap komitmen pemerintah menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, lembaga tersebut mencatat penerimaan negara pada semester I-2026 tumbuh sekitar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.  Didukung penguatan administrasi perpajakan, peningkatan kepatuhan wajib pajak, dan optimalisasi penerimaan negara bukan pajak.

Dalam laporan tersebut, S&P menilai reformasi struktural yang dijalankan pemerintah, termasuk hilirisasi industri, penguatan tata kelola sektor mineral, serta pengelolaan aset negara, berpotensi meningkatkan pertumbuhan ekonomi jangka menengah. Penguatan peran Danantara dan pengelolaan devisa hasil ekspor, juga dinilai dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan aset negara dan mendukung investasi di sektor strategis.

Di sektor keuangan, S&P menyebut Bank Indonesia memiliki independensi operasional dan instrumen kebijakan yang memadai. Untuk menjaga stabilitas moneter. Sistem perbankan Indonesia, juga dinilai memiliki permodalan yang kuat. Dengan risiko kontinjensi terhadap pemerintah yang terbatas.

Outlook stabil mencerminkan keyakinan S&P, bahwa tantangan fiskal dan sektor eksternal Indonesia, bersifat sementara dan akan membaik seiring pemulihan penerimaan negara, stabilisasi harga komoditas, penguatan nilai tukar, serta implementasi reformasi ekonomi.

Pemerintah menyatakan akan terus menjaga stabilitas makro ekonomi, dan melanjutkan reformasi struktural. Guna mempertahankan kepercayaan investor, serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (M9)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Komentar

Berita Terkait