Satgas Saber Polda Jatim Bersama KPPU Sidak Pasokan Pangan di Pasar Wonokromo 

Satgas Siber: Pasokan pangan dan distribusi menjelang Lebaran, dinilai aman berjalan lancar

Detiknews.id Surabaya – Kanit III Indagsi Ditreskrimsus Polda Jatim, AKP Prastya Yana W.S, S I.K., S.H., M.H., juga petugas dari Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan. Bersama KPPU melakukan pemantauan langsung terhadap pasokan  harga pangan. Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri 2026 di Pasar Wonokromo, Surabaya. 

Satgas Saber Polda Jatim bersama KPPU, saat pemantauan di Pasar Wonokromo, Senin (09/03/2026). Secara umum pasokan pangan menjelang Lebaran dinilai aman dan distribusi berjalan lancar,” ujar AKP Prastya Yana.

IKLAN UCAPAN

Lanjut Baca Berita

Prasetya mengungkapkan, bahwa selama Ramadan dan menjelang Lebaran, laporan kegiatan Satgas Saber sebanyak 2500 laporan.

“Untuk kegiatan kami, terhitung dari tanggal 5 Februari hingga 4 Maret 2026. Meliputi pemantauan produsen, distributor, grosir, agen, ritel modern dan pengecer,” ungkapnya. 

Sejumlah komoditas seperti beras premium, beras medium, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, minyak goreng Minyakita dari Bulog, serta daging ayam ras tercatat masih berada pada kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Harga beberapa komoditas di pasar tersebut antara lain beras premium sekitar Rp15.000 per kilogram, beras medium Rp13.000 hingga Rp13.500 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp50.000 per kilogram, cabai merah besar Rp25.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga telur ayam ras berada di kisaran Rp31.000 hingga Rp32.000 per kilogram atau sedikit di atas harga acuan pemerintah. Untuk minyak goreng Minyakita dari Bulog dijual sekitar Rp15.700 per kilogram dan mulai tersedia lebih luas di kalangan pedagang.

Pemantauan di Pasar Wonokromo, Satgas menemukan harga cabai rawit merah masih berada di atas harga acuan pemerintah. Di tingkat konsumen, harga cabai rawit merah tercatat berada di kisaran Rp90.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

Harga tersebut dinilai masih fluktuatif, meskipun mengalami penurunan. Kenaikan harga cabai rawit merah, dipengaruhi faktor cuaca yang berdampak pada produksi di tingkat petani.

Prastya juga menegaskan, terkait pasokan cabai yang diterima pengepul saat ini relatif rendah, yakni kurang dari satu ton per hari, jauh di bawah kondisi normal yang bisa mencapai sekitar lima ton.

“Seperti yang disampaikan oleh pimpinan kami, Satgas Pangan merekomendasikan koordinasi dengan pelaku usaha dan industri yang menggunakan cabai rawit merah sebagai bahan baku. Agar harga pembelian di tingkat produsen dan pengepul dapat ditekan, sesuai harga acuan pemerintah,” tegasnya.

Pemerintah didorong mendukung, program Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP) guna menekan biaya transportasi dari daerah sentra produksi ke wilayah, yang mengalami defisit pasokan. Secara keseluruhan, Satgas menilai kondisi pasokan dan distribusi pangan di Surabaya dan Kabupaten Kediri menjelang Idul Fitri 2026 masih dalam kondisi aman.

Sebelumnya, lokasi titik pemantauan. Antara lain Pasar Wonokromo di Surabaya, Lahan petani cabai rawit merah di Kecamatan Kepung dan Kecamatan Puncu, Peternakan ayam petelur PT Mitra Jaya Fermindo, Pasar Induk Pare di Kabupaten Kediri, serta salah satu pusat grosir di kawasan Jemursari Surabaya.

Saat pemantauan, berapa hari lalu disidak langsung oleh Kaposko Satgas Saber Pangan Pusat Brigjen Pol Zain Dwi Nugroho, tim Satgas Saber Pangan Pusat, didampingi Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Henri Noveri.

Kegiatan sebelumnya, Satgas melibatkan unsur Badan Pangan Nasional, Satgasda Saber Pangan Polda Jatim, Polres Kediri. Serta dinas terkait di bidang perdagangan dan pertanian di tingkat provinsi hingga kabupaten. (M9)

Komentar

Berita Terkait