Detiknews.id Surabaya – PT Pegadaian sinergi dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Memperkuat sistem pengamanan aset dan barang jaminan nasabah.

Kerja sama Pegadaian dan Polri, tertuang dalam Perjanjian Kerjasama (PKS), tentang bantuan pengamanan serta pemanfaatan produk dan layanan. Penandatanganan PKS berlangsung pada 16-17 September 2026 di Surabaya.
SEVP General Affair PT Pegadaian Zulfan Adam mengatakan, pengamanan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasional, sekaligus kepercayaan masyarakat.
Pegadaian saat ini mengelola aset sekitar Rp 180 triliun, dengan jumlah nasabah mencapai jutaan orang. Sementara nilai barang jaminan yang dikelola memiliki outstanding sekitar Rp 149 triliun.
“Intinya kita ingin agar di Pegadaian tercipta suasana yang aman dan nyaman. Kita juga menjaga kepercayaan masyarakat karena ini sangat penting,” ujar Zulfan, usai penandatanganan PKS di Shangri-La Surabaya, Kamis (17/9/2026).
Menurut dia, besarnya nilai aset dan barang jaminan membuat dukungan pengamanan dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman bagi karyawan maupun nasabah.

HUT Bhayangkara ke-76, Kapolres Gresik : Polri Tetap Beri Pelayanan Terbaik Untuk Masyarakat
Melalui kerja sama tersebut, Baharkam Polri diharapkan, tidak hanya memberikan dukungan ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga menjalankan langkah preventif melalui pengawalan dan monitoring terhadap aktivitas bisnis Pegadaian.
“Dari Baharkam Polri diharapkan, bisa melakukan kegiatan preventif berupa pengawalan dan monitoring terhadap aktivitas bisnis yang ada di Pegadaian, sehingga karyawan maupun nasabah merasa aman,” katanya.
Kabagkerma Robinobsnal Baharkam Polri Kombes Arsdo Ever P. Simatupang mengatakan, bentuk bantuan pengamanan akan disesuaikan dengan potensi gangguan dan kebutuhan di masing-masing wilayah.
Menurut Arsdo, pengamanan mencakup langkah preemtif untuk mendeteksi potensi gangguan serta tindakan preventif seperti patroli dan pengaturan.
“Kalau memang perlu kegiatan pengawalan, penjagaan atau patroli, kita sesuaikan dengan situasi di lapangan,” ujarnya.
Selain pengamanan langsung, kerja sama tersebut juga mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang berkaitan dengan keamanan. Polri akan mendukung pembinaan petugas keamanan maupun satuan pengamanan (satpam) di lingkungan Pegadaian.
“Ini juga meningkatkan sumber daya manusia yang terkait untuk mendukung pengamanan, baik terhadap petugas keamanan atau satuan pengamanan yang berada di lingkungan kerja PT Pegadaian,” jelas Arsdo.
Jaga Kepercayaan Nasabah
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya Ahmad Zaenudin mengatakan, Polri merupakan salah satu mitra strategis perusahaan dalam menjaga keamanan dan keberlangsungan operasional.
Menurut Ahmad, keamanan memiliki keterkaitan dengan kepercayaan masyarakat karena Pegadaian mengelola transaksi keuangan sekaligus barang jaminan bernilai ekonomi.
“Bagi Pegadaian, Polri merupakan mitra strategis dalam menjaga keberlangsungan dan keamanan operasional perusahaan. Masyarakat mempercayakan kepada kami transaksi keuangan, sekaligus barang jaminan bernilai tinggi,” ujarnya.
PKS yang berlaku selama lima tahun, juga mengatur pemanfaatan produk dan layanan Pegadaian, bagi keluarga besar Polri. Sesuai kebutuhan dan ketentuan yang berlaku.
Ahmad meminta jajaran Pegadaian di Jawa Timur, menindaklanjuti kesepakatan tersebut. Melalui koordinasi dengan kepolisian di wilayah masing-masing.
“Kami mengajak seluruh jajaran Pegadaian di Jawa Timur, untuk menindaklanjuti kerja sama ini secara aktif bersama jajaran Kepolisian di wilayah masing-masing. Sebuah kerja sama akan kuat karena manfaat nyata yang dirasakan di lapangan,” katanya.
Sinergi tersebut diharapkan memperkuat koordinasi pengamanan di lingkungan operasional Pegadaian di Jawa Timur, termasuk dalam menjaga aset perusahaan, barang jaminan, serta memberikan rasa aman bagi karyawan dan nasabah. (M9)
Simpan sebagai Kenangan
Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.




Komentar