Detiknews.id Surabaya – Universitas Airlangga (Unair), menerima 2.771 calon mahasiswa baru, melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026. Diambil dari total 69.620 pendaftar. Sebanyak 470 di antaranya merupakan penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.
Unair menyebutkan, 42 persen mahasiswa yang diterima merupakan perempuan dan berasal dari 32 provinsi di Indonesia. Hal ini dipertegas oleh Rektor Unair Muhammad Madyan. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan Unair tetap menjadi salah satu tujuan utama pendidikan tinggi nasional.
Pada rumpun sarjana, Program Studi Kedokteran menjadi program paling ketat dengan tingkat keketatan 3,11 persen, disusul Kedokteran FIKKIA 3,67 persen dan Psikologi 3,98 persen. Sementara pada program vokasi, D3 Keperawatan menjadi yang paling kompetitif dengan tingkat keketatan 1,15 persen, diikuti D4 Akuntansi Bisnis Digital sebesar 1,20 persen.
“S1 Kedokteran dari tahun ke tahun masih menjadi program studi dengan rerata nilai tertinggi di Universitas Airlangga,” ungkapnya.
Muhammad Madyan, juga menyebut Program Studi S1 Kedokteran mencatat rerata nilai tertinggi bidang saintek sebesar 730,45. Untuk bidang soshum, rerata tertinggi diraih Program Studi Akuntansi dengan nilai 684,33. Adapun pada program vokasi, D4 Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) mencatat rerata tertinggi sebesar 659,76.
“Unair menilai minat terhadap pendidikan vokasi mengalami peningkatan. Tercatat 36.567 peserta memilih program vokasi dan 704 peserta dinyatakan diterima melalui jalur tersebut,” jelasnya.

Dharma Setiawan Negara, Sang Doktor Muda Ahli Ilmu Hukum Lulusan Universitas Airlangga Surabaya
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair Achmad Solihin menegaskan, pihak kampus telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi kecurangan selama proses seleksi, seperti pemeriksaan metal detector, verifikasi dokumen, dan pencocokan wajah peserta.
“Tentunya, kami sudah mempersiapkan semaksimal mungkin, seperti pemeriksaan metal detector, konfirmasi atau verifikasi terkait dokumen, serta wajah dan beberapa mekanisme lainnya,” pungkasnya. (M9)



Komentar