Detiknews.id Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menyampaikan bahwa operasional perjalanan kereta api di lintas Utara Pulau Jawa pascabanjir di wilayah Pekalongan terus menunjukkan perkembangan positif. Seiring dengan pemulihan prasarana, kecepatan kereta api pada petak jalan Pekalongan–Sragi kini telah ditingkatkan menjadi 40 kilometer per jam, sehingga perjalanan kereta api dari dan menuju wilayah Daop 8 Surabaya berangsur kembali normal.
Peningkatan kecepatan tersebut dilakukan setelah KAI menyelesaikan serangkaian pekerjaan perbaikan intensif serta pemeriksaan menyeluruh terhadap prasarana yang sebelumnya terdampak genangan banjir. Seluruh tahapan pemulihan dilaksanakan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasional perjalanan kereta api.
Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa peningkatan kecepatan ini dipengaruhi kondisi jalur yang semakin membaik dan aman untuk dilalui.
“KAI secara bertahap meningkatkan kecepatan perjalanan kereta api di jalur Pekalongan–Sragi menjadi 40 km/jam setelah prasarana dinyatakan aman dan layak operasi. Evaluasi teknis terus dilakukan di lapangan, dan kecepatan akan ditingkatkan kembali secara bertahap sesuai hasil pemeriksaan, dengan tetap mengutamakan keselamatan perjalanan,” ucap Mahendro.
Ia menambahkan, pemulihan lintas utara tersebut berdampak positif terhadap kelancaran perjalanan kereta api jarak jauh, termasuk layanan kereta api relasi dari wilayah Daop 8 Surabaya menuju Jakarta maupun sebaliknya. KAI juga terus mengoptimalkan koordinasi lintas unit serta meningkatkan kesiapsiagaan petugas di lapangan guna memastikan perjalanan pelanggan berlangsung aman dan nyaman.
Dalam rangka menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan selama proses pemulihan prasarana, KAI Daop 8 Surabaya melakukan penyesuaian operasional dengan membatalkan dua perjalanan kereta api tambahan, yakni KA 7001A Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir pada tanggal 20–22 Januari 2026 dan KA 7003A Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Gambir pada tanggal 21–26 Januari 2026.
Atas penyesuaian operasional tersebut, KAI Daop 8 Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi. Sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen pelayanan kepada pelanggan, KAI memberikan kemudahan berupa pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan, atau penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses pengembalian dana (refund) maupun penjadwalan ulang (reschedule) dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center KAI 121.
Dari data sementara mulai Jumat, 16 Januari 2026 hingga saat ini Rabu, 21 Januari 2026, update pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 4.889 penumpang telah melakukan pembatalan tiket di Daop 8 Surabaya.
“KAI berkomitmen untuk terus mempercepat proses pemulihan operasional secara aman dan berkelanjutan. Kami mengapresiasi kesabaran serta pengertian pelanggan, dan memastikan setiap langkah yang diambil selalu mengedepankan keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan kereta api,” terang Mahendro.(D1)





Komentar