Detiknews.id Gresik – Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat dalam rangka Idul Fitri 1447 H tahun 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Gresik bersama jajaran Polda Jawa Timur memperketat pengawasan terhadap armada angkutan umum, khususnya bus pariwisata. Langkah preventif ini diwujudkan melalui kegiatan supervisi rampcheck dan inspeksi menyeluruh di Garasi PO Joglo Baru, Gresik, Rabu (18/02/26).
Kegiatan tersebut melibatkan personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jatim, Dinas Perhubungan Provinsi dan Kabupaten, Jasa Raharja, Dinas Kesehatan, hingga Badan Narkotika Nasional (BNN). Sinergi lintas instansi ini menjadi wujud komitmen bersama dalam menjamin keselamatan penumpang selama periode arus mudik dan libur Lebaran.
Dalam rampcheck tersebut, petugas melakukan pemeriksaan secara detail terhadap berbagai aspek kendaraan. Mulai dari sistem pengereman, lampu penerangan, kondisi ban, hingga kelengkapan alat keselamatan darurat sesuai standar operasional kendaraan.
Tak hanya itu, pemeriksaan administrasi juga dilakukan meliputi kelayakan uji KIR, izin trayek, serta dokumen resmi kendaraan lainnya.
Bus yang dinyatakan memenuhi standar langsung ditempeli stiker khusus sebagai tanda telah lolos uji kelayakan jalan.
Aspek kesehatan kru tak luput dari perhatian. Tim medis melakukan tes kesehatan dan tes urin terhadap para sopir guna memastikan mereka dalam kondisi prima serta bebas dari penyalahgunaan narkotika saat mengemudi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Gresik Iptu Andri Aswoko mewakili Kasat Lantas AKP Nur Arifin, bersama jajaran perwira pengendali memastikan seluruh kendaraan diperiksa tanpa celah. Langkah ini dilakukan guna meminimalisir potensi kecelakaan lalu lintas akibat faktor teknis maupun human error yang kerap meningkat saat arus mudik.
Terpisah Kasat Lantas Polres Gresik, AKP Nur Arifin, menegaskan tidak ada toleransi bagi kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan.
“Melalui inspeksi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran para pengusaha otobus dan kru bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Tidak boleh ada kompromi bagi kendaraan yang tidak laik jalan. Ini demi menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya para wisatawan di wilayah Gresik,” ujarnya.
Diharapkan, langkah preventif ini mampu menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jawa Timur, khususnya selama pelaksanaan Operasi Keselamatan Semeru 2026 dan momentum arus mudik Idul Fitri.(D1)





Komentar