Dukung Prabowo-Gibran, Ketum ReJO Darmizal: Ayo Bangun Ekonomi Rakyat

Forum REBO-AN, dihadiri 42 tokoh berada di rumah juang Relawan RJ2 di Jakarta

Detiknews.id Jakarta – Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) atau ReJO for Prabowo-Gibran, HM Darmizal MS, menggelar pertemuan rutin, “REBO-AN”. Sekitar 42 tokoh pimpinan relawan pendukung Prabowo-Gibran, hadir dan berkumpul dalam satu meja. Membahas satu hal yang sama, yaitu: bagaimana mengawal pemerintahan agar benar-benar membumi.

Dukung Prabowo-Gibran, Ketum ReJO Darmizal mengajak seluruh pimpinan relawan yang hadir, membangun Ekonomi Rakyat. Kegiatan REBO-AN, berada di rumah juang Relawan RJ2 di Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dengan tema, “Harmoni dan Pertumbuhan Ekonomi Kepemimpinan Presiden Prabowo”. Bukan sekadar diskusi basa-basi, melainkan ruang konsolidasi gagasan. Untuk memperkuat agenda nasional pemerintahan.

Ketua Umum ReJO, HM Darmizal MS, bersama 42 tokoh relawan ReJO di Forum REBO-AN / M9

Ketua Umum Relawan Jokowi (ReJO) atau ReJO for Prabowo-Gibran, HM Darmizal MS, membuka diskusi dengan nada serius. Ia mengingatkan para koleganya bahwa kemenangan elektoral, bukanlah titik akhir perjuangan.

ReJO hadir bukan sekedar untuk merayakan kemenangan. Kami di sini untuk memastikan setiap kebijakan Pak Prabowo dan Mas Gibran, benar-benar berpihak ke rakyat kecil, ke desa. Kekuatan ekonomi yang tumbuh dari bawah,” ujarnya.

Menurut Darmizal, dengan menggelar forum REBO-AN, mengajak peserta forum  melihat persoalan dari sudut yang sering luput dari pemberitaan arus utama. Selama ini bangsa Indonesia terlalu sibuk menatap ke luar, menatap dolar, menatap gejolak Wall Street. Padahal kekuatan sebenarnya  ada di pelosok kampung.

“Ekonomi rakyat itu dibangun dari bawah. Dari desa. Dari kemampuan masyarakat sendiri untuk bertahan dan tumbuh. Bukan dari ketergantungan pada gejolak ekonomi global. Inilah ruh Asta Cita yang harus kita kawal bersama,” tegas Darmizal.

Pria yang akrab disapa Bang Mizal, juga menyinggung soal harmoni nasional. Baginya, harmoni bukan kata kosong. Tanpa harmoni, kata dia, sehebat apapun program pemerintah hanya akan jalan di tempat.

“Tugas relawan sekarang ya jadi penjaga harmoni di akar rumput. Sekaligus jadi penyambung lidah rakyat ke istana,” imbuhnya.

Pertumbuhan 5,61 Persen dan Modal yang Sudah Dimiliki Indonesia

Selanjutnya, forum dipimpin oleh Sekretaris Jenderal ReJO, M. Rahmad. Memaparkan, capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menembus 5,61 persen di kuartal pertama 2026. Angka itu sebenarnya hanyalah cerminan kecil dari potensi yang dimiliki Indonesia. Bangsa ini  sejatinya sudah memiliki semua syarat, untuk menjadi negara kuat.

“Kekayaan mineral di perut bumi kita luar biasa. Objek wisata kita terbaik di muka bumi. Suasana alamnya tidak dimiliki belahan dunia mana pun. Belum lagi keramahtamahan masyarakat kita, yang selalu dipuji wisatawan asing. Modal kita sudah lengkap. Tinggal bagaimana kita mengelolanya,” jelas Rahmad.

Pandangan menarik datang dari politisi senior lintas generasi, Zulfan Lindan. Ia mengaitkan pesan Presiden Prabowo soal kemandirian desa, dengan semangat swasembada nasional yang sedang digaungkan pemerintah.

“Ide besar Pak Prabowo sebenarnya sederhana, yaitu membangun bangsa yang percaya pada kekuatan sendiri. Desa-desa kita harus jadi pusat ketahanan ekonomi nasional. Harus berdiri kokoh meski dunia di luar sana sedang bergoncang,” ujar Zulfan.

Ia kemudian mengajak peserta forum menengok Iran. Bagi Zulfan, negeri para mullah itu memberi pelajaran berharga soal nasionalisme ekonomi. Meski rial Iran terus tertekan terhadap mata uang asing, kebutuhan dasar rakyat Iran tetap terjaga.

“Iran ini contoh menarik. Kekuatan sebuah bangsa itu ternyata tidak ditentukan oleh kuat lemahnya mata uang terhadap dolar. Yang menentukan adalah seberapa mampu negara menjaga kebutuhan pokok rakyat, tetap stabil dan terjangkau. Energi murah, bahan bakar murah, itu kunci,” paparnya.

Darmizal menegaskan, bahwa ReJO akan tetap menjadi mitra kritis. Sekaligus mitra konstruktif, bagi pemerintahan Prabowo-Gibran.

Forum REBO-AN, kata Darmizal, akan terus digelar sebagai ruang dialog strategis antara relawan, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan. Harapannya, masukan dari akar rumput bisa mengalir lancar hingga ke meja pengambil kebijakan.

“Kami para relawan akan terus berdiri di belakang Pak Prabowo dan Mas Gibran. Tugas kami menjaga arah, mengawal pelaksanaan, dan memastikan denyut pembangunan. Terasa hingga ke pelosok desa,” tutup Darmizal. (M9)

Komentar

Berita Terkait