KAI Daop 8 Surabaya: TJSL Tembus Rp 245 Juta, UMKM Batik Mojokerto Masuk IFW 2026

Program TJSL KAI Daop 8 Surabaya memperkuat UMKM binaan, Batik Mojokerto masuk di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026

Detiknews.id Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya (KAI Daop 8 Surabaya), menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Selama Semester I 2026 tembus Rp245.288.000. Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025, mencapai Rp156.659.000.

KAI Daop 8 Surabaya menjalankan berbagai program sosial dan lingkungan. Selain itu juga memperkuat pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu hasilnya, UMKM binaan KAI, Batik Bu Dar asal Mojokerto berhasil mewakili, untuk tampil pada Indonesia Fashion Week (IFW) 2026.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, mengatakan peningkatan penyaluran dana TJSL. Ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan. Untuk memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Sebagai BUMN yang hadir di tengah masyarakat, KAI tidak hanya berfokus pada penyediaan layanan transportasi perkeretaapian yang aman, nyaman, selamat, dan andal. Juga memiliki tanggung jawab, untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar,” jelas Mahendro.

“Melalui program TJSL, kami ingin tumbuh bersama masyarakat. Dengan menghadirkan program yang tepat sasaran, berkelanjutan. Serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Sepanjang Semester I 2026, dana TJSL dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, antara lain:

Pembangunan sarana dan prasarana peribadatan, dukungan kepada pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga kemasyarakatan. Penyaluran paket sembako, bantuan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha, bantuan bagi panti rehabilitasi, penyandang disabilitas sensorik, kegiatan penghijauan, serta penyediaan berbagai fasilitas umum.

Di sektor pemberdayaan ekonomi, KAI Daop 8 Surabaya, memberikan pendampingan kepada UMKM. Melalui peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas usaha, dan perluasan akses pasar. Program tersebut mendorong Batik Bu Dar,  memperluas pemasaran. Hingga dipercaya tampil pada IFW 2026.

Mahendro mengatakan, keberhasilan tersebut menunjukkan pembinaan yang dilakukan KAI, mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal. Sekaligus membuka peluang, untuk bersaing di tingkat nasional.

“Kami berharap semakin banyak UMKM binaan yang mampu meningkatkan kualitas produknya, memperluas akses pasar, dan memiliki daya saing yang semakin kuat. KAI berkomitmen, menghadirkan program TJSL,  tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek. Tetapi juga menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan. Sehingga masyarakat dapat tumbuh dan berkembang bersama perusahaan,” katanya.

Ke depan, KAI Daop 8 Surabaya, menyatakan akan terus menjalankan program TJSL secara konsisten. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan. Untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (M9)

Simpan sebagai Kenangan

Unduh artikel ini dalam format visual halaman koran klasik.

Komentar

Berita Terkait