oleh

Sederhana dan Merakyat Ciri Khas Presiden RI Ir H Joko widodo

Detiknews.id – Sederhana dan merakyat merupakan ciri khas Presiden RI Joko Widodo. Gaya khasnya itu sudah ditunjukkan Jokowi sejak menjadi pengusaha mebel yang memimpin karyawan, Wali Kota Surakarta (Solo), hingga menjadi Gubernur DKI dan Presiden RI. Terakhir gaya khas kesederhanaan Jokowi kembali ditunjukkan saat menumpangi Kereta Rel Listrik (KRL) dari Jakarta menuju Bogor, pada Rabu (6/3) lalu.

Meski seorang Presiden, Jokowi tak merasa risih ikut berdesak-desakan bersama penumpang lain. Kita masih ingat ketika Jokowi menjadi Gubernur. Ketika hendak pulang ke Solo, cukup naik pesawat kelas ekonomi, dan bersama para penumpang yang lainnya, tanpa ada perbedaan kelas.

Apa yang dilakukan Jokowi selama memimpin dan keseringannya bersinggungan dengan rakyat kecil, merupakan cermin dari kepribadiannya. Kesederhanaan itu, kata dia, berbanding terbalik dari kata pencitraan. Masyarakat dapat mengamati langsung bagaimana saat beliau memimpin Kota Solo. Kemudian, saat menjadi Gubernur DKI Jakarta, hingga sebagai Presiden RI.

”Ya begitulah adanya, Pak Jokowi ya seperti itu. Wong Solo kebanyakan juga seperti itu,” ungkap Wahyudi, warga Jagalan, Solo.

Menurutnya, karena memang itulah kepribadian beliau (Jokowi). ”Pemimpin yang sederhana dan merakyat,” ujarnya.

Sifat dan kepribadian sederhana dan merakyat, pada setiap orang ada, tetapi tidak mudah melaksanakannya. Hal itu dapat diterapkan pula oleh Jokowi saat menjadi pemimpin, mulai dari wali kota, gubernur, dan Presiden RI. Kebiasaan itu membuat kecintaan masyarakat terhadap Jokowi meningkat, ditambah lagi kebijakan yang dikeluarkan juga menopang berbagai struktur kehidupan rakyat kecil.

Setelah sejumlah pekerjaan bisa dilaksanakan dalam beberapa tahun ini, Presiden Jokowi kembali menawarkan program Kartu Sembako Murah, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Pra-Kerja.

ketiga program baru itu merupakan upaya untuk memacu produktivitas masyarakat, agar semakin tinggi, terutama pada bidang pendidikan. Apa yang dilakukan Jokowi tersebut kerap dianggap melakukan pencitraan, tetapi pria tiga putra tersebut tidak memperdulikannya. Dengan prinsip kerja, kerja, kerja, maka apa yang dilakukan tersebut menjadi tantangan bagi Jokowi, untuk berbuat terbaik demi rakyat Indonesia.

Rakyat Solo sudah sangat kenal betul dan merasakan program yang dilaksanakan Jokowi, saat memimpin Solo. Keberhasilan itu tidak pernah diumbarnya, tetapi media yang memang sengaja mengangkatnya, karena merasa apa yang dilakukan Jokowi, pantas dilakukan oleh seorang pemimpin. Harapannya, seluruh pemimpin di republik ini bisa melakukan hal yang sama.

Jadi Contoh Kesederhanaan dan merakyat juga terlihat dari penampilan Ibu Iriana Joko Widodo. Biasanya first lady, di negara mana pun tampil bak selebrita, dengan penampilan pakaian dan aksesori seperti tas dan perhiasan yang gemerlap. Sampai saat ini, masyarakat belum pernah melihat ibu negara tampil bak selebrita.

Justru sebaliknya, Iriana, tampil dengan busana apa adanya, seperti kebanyakan seorang ibu lainnya. Menariknya, kesederhanaan Joko Widodo dan Iriana itu menjadi contoh para menteri dan pejabat di bawahnya.

Para ibu-ibu menteri dan pejabat tidak lagi terlihat bermewah dalam berbusana. Kesederhanaan berpakaian juga dilakukan Jokowi. Bahkan hingga kini masih mengenakan pakaian yang dibuat penjahit di depan Terminal Tirtonadi Solo Hidup sederhana dan apa adanya kerap ditunjukkan keluarga Joko Widodo di mana saja. Kala Jokowi berjalan bersama cucunya Jan Ethes, di kawasan perdagangan di Solo, tidak terlihat mereka sebagai keluarga orang nomor 1 di Indonesia. Justru sebaliknya, kesan kesederhanaan terlihat dari rombongan keluarga tersebut.

Pewarta : Daniel

Komentar

Berita Terkait