oleh

Penutupan PKPA Ferari, Cetak Advokat Berkualitas

Detiknews.id Surabaya – Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) Angkatan ke-2 tahun 2019. Penutupan kegiatan bersama narasumber langsung dari Dewan Pimpinan Daerah Federasi Advokat Republik Indonesia Jawa Timur (DPD Ferari Jatim) bersama Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Surabaya (FH UMSurabaya).

Sekretaris DPD Ferari Jatim Didik mengatakan, penutupan PKPA sejumlah puluhan Advokat diseluruh wilayah DPC Ferari se-Jatim, dan menjadi agenda tahunan. Untuk tahun ini, pelatihannya dilaksanakan dengan kelas jarak jauh.

” Peserta yang dari beberapa daerah, menyebabkan jarak menjadi alasannya. Saat ini dilaksanakan di Surabaya dengan total 20 peserta. Sedangkan kelas lainnya diadakan di Situbondo dengan kisaran 30-an peserta,” tuturnya di kantornya. Minggu (08/09/2019).

Lanjut Didik, kami berharap kedepannya para peserta mampu mengikuti materi pelatihan dengan baik. Karena kualitas pemateri sangat tidak diragukan. Mulai dari instansi Pengadilan dan para Akademisi.

” Pembekalan yang kami lakukan, untuk menjadi peserta yang berkualitas. Sehingga, pelatihan ini dapat menelurkan advokat yang profesional dan religius. Seperti yang disampaikan atasan, dalam pelatihan ini bertepatan dengan lahirnya Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor 1 Tahun 2019 tentang bagaimana Advokat menangani perkara cukup dengan digitalisasi,” ungkapnya.

Foto : Para Nara Sumber PKPA Ferari – detiknewsid/m9

Didik menambahkan, tekad besar Ferari dalam pelatihan kali ini dan kegiatan lainnya, Advokat kami mampu melayani masyarakat dalam menangani perkara dengan bantuan layanan yang kami prioritaskan bagi orang yang tidak mampu dan/atau buta hukum.

” Ferari sudah melaksanakan PKPA di tahun pertama pada tanggal 18 November 2018. Dan sudah disumpah di Pengadilan Tinggi Surabaya pada bulan Maret 2019,” tambahnya.

Ini bentuk kerjasama pelatihan seperti ini sudah kedua kalinya dilakukan. Dan kegiatan bersama dengan DPD Ferari Jatim sudah kelima kalinya dan bekerjasama dengan UM Surabaya.

Dari kalangan akademisi untuk pelatihan ini, agar supaya calon advokat kita berkualitas menomor satukan visi nurani. Dimana para Advokat mempratekkan hukum berjalan sesuai keadilan dengan catatan teori hukum sebagai landasan hukum. Profesi Advokat yang profesional dan religius untuk masyarakat yang lebih baik. (M9)

Komentar

Berita Terkait