oleh

PB PMII Salurkan Bantuan Korban Gempa Lombok NTB,  Fokus Kewarga Yang Belum Tersentuh

Detiknews.id- Pasca gempa yang melanda Pulau Lombok, sejumlah organisasi mahasiswa melakukan penggalagan dana untuk membantu korban gempa bumi Lombok NTB, Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) turun ke lokasi gempa di Lombok NTB.


info

DetikNews.ID



setelah ini


lanjut baca berita


PB PMII mulai menyalurkan bantuan pertama kepada korban gempa yang dimulai pada hari Kamis (09/08).

Penyerahan bantuan PB PMII yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Sabolah Al Kalamby, saat ditemui media Sabolah mengatakan bahwa bantuan yang disalurkan itu merupakan bantuan tahap pertama. Pekan depan, lanjutnya, PB PMII akan menyalurkan bantuan tahap kedua.

“Saya mewakili Ketua Umum dan kader PMII seluruh Indonesia menyalurkan bantuan untuk tahap pertama. Minggu depan kami salurkan bantuan yang insya Allah jumlahnya lebih besar untuk tahap kedua. Karena smpai saat ini masih tahap penggalangan solidaritas dari PKC, PC dan kader Se Indonesia,” ungkapnya.

Jenis bantuan yang disalurkan PB PMII pada tahap pertama ini berupa tikar, selimut hangat, air minum, mie instan, popok bayi, makanan siap saji dan lainnya. Sejumlah bantuan tersebut disalurkan ke wilayah Gunung Sari Lombok Barat dan Pemenang Lombok Utara.

“Besok pagi kita akan lanjut menyalurkan di dua titik di Lombok Timur,” tambahnya.

Selama berada dilapangan PB PMII melihat masih banyak warga yang belum tersentuh teruma korban yang rumahnya berada dipelosok, sehingga fokus penyaluran logistik PB PMII lebih kepada korban yang belum disentuh bantuan fokus kepada korban yang masih belum tersentuh.

“Makanya beberapa hari ke depan tim lapangan PB PMII (PKC NTB dan PC Se NTB, red) melakukan pendataan itu. Kami berusaha memastikan semua saudara-saudara kami tersentuh bantuan, meskipun dari kami tdak seberapa tapi insya Allah membantu memenuhi kebutuhan pokok mereka,” terang Sabolah mantan Ketua PC PMII Mataram.

Dia juga meminta kepada pemerintah untuk lebih cepat dan tapat sasaran dalam menyalurkan bantuan. Karena ada beberapa titik yang secara kewilayahan jauh dan sulit dijangkau relawan.

Dengan semakin banyaknya korban dan rumah warga yang rusak PB PMII berharap pemerintah juga segera melakukan pemulihan fisik.

Komentar

Berita Terkait