oleh

Mengukur Cawapres Jokowi untuk 2019-2024, Jangan Ada Perpecahan Mari Junjung Keberagaman

Detiknews.id – Sistem pemilu 2019 membuka babak baru dari tata cara pemilihan dimana pemilihan presiden digabung dengan pemilihan legislatif baik pusat dan daerah. Satu momentum akan menentukan semua termasuk paket presiden dan wakil, tak ada waktu untuk bertanding beda babak antara pemilihan legislatif dan presiden. Sehingga paket wapres juga sangat menentukan kemenangan pasangan presiden yang bertanding.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Pemerintahan Jokowi periode pertama, 2014-2019 telah membuat situasi yang kondusif bagi kebebasan bersuara, berserikat dan berkumpul bahkan cenderung kebebasan negatif, diharapkan kebebasan yang diperoleh reformasi sejak Suharto dipaksa rakyat turun dapat menjadi lebih bernilai positif. Tanpa hoax, pecah belah bangsa dan negara, dan mari menyejukkan keadaan bangsa yang beragam ini ajak Manaek aktivis 98 melalui pesan rilisnya kepada awak media ini, Kamis (26/07/2018)

Fundamental ekonomi memang menghadapi terpaan yang tak mudah juga/sepele dimana situasi ekonomi dunia yang melemah membawa dampak kepada denyut ekonomi di tanah air. Keadaan ini diperparah akibat tidak maksimalnya memulai menata struktur agraria yang menyangkut jutaan rakyat kecil. Mereka hidup matinya dari pengelolaan tanah yang mayoritas di negeri agraris ini. Konflik terus berlanjut dengan akibat membuat rakyat tetap miskin secara struktural, asset dikuasai segelintir orang yang makin lama makin kaya, koefisien gini ratio kepemilikan tanah menjadi timpang dan ini membahayakan bagi usaha memperbaiki demokrasi ekonomi . Tak terhitung banyaknya kerugian material akibat rakyat menjadi tak produktif atas tanah yang tak mereka miliki akibat minimnya akses terhadap tanah sebagai akibat macetnya landreform. Belum lagi marah konflik agraria menciptakan ketakutan dan hilangnya nyawa akibat kekerasan para pihak yang saling melakukan aksi sepihak mengkudeta Undang – Undang Nomor 5 tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok- Pokok Agraria (UUPA).

Isu – isu ekonomi yang terekam adalah kenaikan Bahan Bakar Minyak akibat meningkatnya harga minyak mentah dunia, beban ini memperberat kehidupan rakyat pada akhirnya, jika lapangan pekerjaan tidak maksimal tercipta maka Ketahan rakyat menghadapi guncangan ekonomi sangat lemah dan ini berbahaya. Belum lagi situasi kurs mata uang asing membuat sulit situasi ekonomi nasional semakin tertekan. Sekali lagi rakyat perlu diperkuat agar memiliki Ketahanan atas turbulensi ekonomi nasional.

Saat ini Jokowi ditemani Jusuf Kalla dengan adanya gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pasal yang mengatur masa jabatan wapres maka dapat dikatakan ada keingin JK untuk kemungkinan besar terus menjadi cawapres dari Jokowi atau kecil kemungkinan cawapres dari calon presiden diluar Jokowi.

Kehidupan politik di tahun akhir pemerintahan tahap 1 Jokowi diwarnai dengan banyak ketegangan akibat menguatnya politik identitas di atas keberagaman. Kondisi ini sangat membahayakan integrasi bangsa yang susah payah dibangun para bapak pendiri bangsa atau founding fathers. Menguatnya kondisi di atas tidak dibarengi oleh meningkatnya keadilan sosial. Kedua kondisi tersebut dapat membuat demokrasi menjadi racun dan tidak sehat bagi kehidupan bernegara. Keadaan ini harus dirubah agar demokrasi sejati yang membuat partisipasi publik semakin menguat dan kemakmuran rakyat tercipta di kehidupan sehari – Hari sebagai wujud negara hadir membawa sila kelima dari Pancasila.

Jokowi sebagai sosok sederhana yang dicintai rakyat sudah barang tentu dapat diukur dari banyaknya acara bertemu langsung dengan rakyat dan rakyat sangat antusias untuk menyambut presiden di seluruh wilayah Indonesia pada saat kunjungan kerja ke berbagai penjuru negeri. Banyaknya wilayah yang didatangi untuk membagikan sertipikat tanah kepada jutaan rakyat, antusias rakyat menerima program kartu Indonesia sehat, Kartu Indonesia Pintar, menangis harunya rakyat saat menerima program perhutanan sosial yang selama ini berhadapan dengan kriminalisasi dengan kehutanan. Sebagai kekuatan yang bukan bagian masa lalu dari orde baru, Jokowi sangat mudah bekerja tanpa bagian masa lalu.

Kecintaan rakyat akan sederhananya Jokowi adalah dilihat dari anak, istri dan keluarga tidak ada yang bermain di arena Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) dan proyek negara lainnya, bahkan terlibat jadi makelar pun tidak.

Keinginan membangun Indonesia yang dilakukan Jokowi sangat diapresiasi dengan infrastruktur tercipta dan dipercepat, pembangunan perbatasan dan gerbang perbatasan dengan negara tetangga yang membuat bangsa lebih terhormat.

Jika Jokowi memiliki cawapres yang baik dalam artian mampu menambah suara pasangan Jokowi maka periode kedua dapat dimenangkan dengan mulus demikian sebaliknya. Analisa ini bukan semata menutup situasi bahwa 2019 adalah pertarungan cawapres, ini dikaitkan dengan judul tulisan bukan analisa pertarungan Pilpres 2019.

Beberapa yang menjadi parameter cawapres Jokowi yang dapat meningkatkan elektabilitas Jokowi sebagai modal periode kedua adalah sebagai berikut :

1. Mampu menjawab masalah ekonomi di atas khususnya buat prioritas pelaksanaan landreform yang didasarkan pada tri sakti Bung Karno jangan berbasis utang dari donor asing, cawapres terlihat serius untuk menjalankan landreform yang nanti dirasakan puluhan juta mayoritas rakyat Indonesia di negeri agraris tercinta ini. Keadaan ini akan membuat potensi suara buruh tani, petani bertahan sempit, buruh nelayan, masyarakat adat yang terhimpit kehutanan dan pengusaha ekstraktif akan berbondong bondong ke Jokowi untuk harapan memperbaiki nasib nya akibat demokratisasi ekonomi terhadap asset agraria.

Cawapres Jokowi harus mampu membius rakyat bahwa tidak hanya sertipikat yang dibagi tetapi asset agraria yang di redistribusi kan dipastikan memiliki akses reform untuk menjamin kemakmuran.

2. Sudah bareng tentu cawapres Jokowi harus enerjik dan muda mengimbangi blusukan Jokowi dan mengunjungi seluruh wilayah Indonesia guna memastikan program pemerintah berjalan dengan baik. Memiliki semangat tinggi dan mampu seperti Jokowi menjauhkan anak, istri Dan keluarga dari urusan APBN dan proyek nasional lainnya.

3. Menjadi penambah suara dan sekaligus meredam politik identitas sosok yang mampu sebagai pelengkap warna nasionalis. Mampu menampung warna lain yang akan menambah suara nasionalis.

4. Ukuran selanjutnya adalah cawapres Jokowi jangan berasal dari partai pendukung pemerintah sebab akan membuat matahari kembar antara petugas partai PDIP dengan partai lain, akan saling mengunci, sebaiknya non partai

5. Sebagai penyeimbang Jokowi dengan Memiliki konsep yang mampu di operasional dalam membangun ekonomi diharapkan dari akademi yang sudah teruji mencintai negara, bukan boneka asing, loyal kepada presiden dan pro kepada rakyat.

Kesimpulan jika Jokowi memiliki ukuran cawapres di atas maka, akan tercipta keadaan :
1. Mampu menambah suara Jokowi sehingga peluang periode kedua menjadi lebih besar

2. Dapat bekerja sama saling sinergi dan tanpa menimbulkan kegaduhan yang tak perlu dan kontraproduktif khususnya memperbaiki fundamental ekonomi dalam waktu dekat agar rakyat lebih tahan menerima guncangan ekonomi.

Penulis : Manaek Hutabarat/ Aktivis 98

Mungkin Anda Suka

Komentar