oleh

Hal Terindah Dimiliki Kapolri, Bersyukur Dalam Kesederhanaan

Detiknews.id – Kesederhanaan adalah salah satu karakter yang dimiliki Kapolri Jendral Polisi Drs. Idham Azis M.Si. Di tengah persoalan bangsa yang masih membelit, khususnya di institusi Polri, Kapolri justru menekankan untuk seluruh anggotanya agar menerapkan pola hidup sederhana. Oleh karena itu, cukup beralasan jika kemudian kita sangat terinspirasi dengan gaya kepemimpinan Kapolri Jendral Polisi Drs Idham Azis, M.Si.

Dari kesedehanaan itu, sebagian memang ada yang sadar, tapi sebagian besar terus saja begitu, tidak peduli kata orang. Kesadaran memang datang dari diri sendiri. Memang hanya orang yang memiliki kepekaan dan kepedulian sosial yang tinggilah yang cepat tanggap, sigap dan cerdas membaca situasi di sekitar.

Kita sering dengar ungkapan lebih baik kaya hati daripada kaya harta. Ungkapan itu bukan menafikan orang untuk menjadi kaya, tapi mengingatkan agar kekayaan itu diiringi juga dengan kaya hati, sehingga ia tahu kapan dan bagaimana menyikapi kekayaan yang dimiliki.

Dalam agama, mensyukuri karunia Tuhan itu harus. Dikatakan, semakin banyak bersyukur, semakin bertambah karunia itu. Tapi, dalam agama disebutkan juga bahwa syukur itu justru identik dengan memberi, yakni memberikan sebagian karunia yang didapatkan untuk dibagikan kepada orang lain yang membutuhkan. Memang ada juga disebutkan dalam agama bahwa karunia itu mesti ditampakkan oleh yang menerimanya, karena Tuhan akan senang jika karunia-Nya itu ditampakkan oleh sang penerima karunia. Tapi, ini dalam koridor kesederhanaan, tidak berlebih-lebihan. Tuhan tidak suka dengan orang yang berlebih-lebihan.

Kesederhanaan sebagai sebuah karakter pribadi merupakan hal yang penting bagi seorang pemimpin. Dengan sifat tersebut, ia bisa memberikan teladan secara nyata. Bahwa antara pemimpin dan yang dipimpin itu pada dasarnya tidak berjarak. Ia manunggal dan satu kesatuan yang utuh.

Sehebat apapun ide atau keinginan seorang pemimpin apabila tidak dapat dilaksanakan maka dapat menuai kegagalan. Sebagai pemimpin perlu juga memperhatikan kompleksitas yang ada di sekitar dirinya.

Kesederhanaan atau simplicity seorang pemimpin merupakan faktor penting agar menjadi model dan contoh perilaku keseharian yang ditunjukkannya. Kesederhanaan dalam kepemimpinan merupakan hal utama yang mampu memberikan motivasi kepada orang-orang yang dipimpinnya.

Dalam sebuah foto yang viral di sosial media, Kapolri Jenderal Idham Azis terlihat menyantap kue lapis khas Konawe, Sulawesi Tenggara. Ia juga terlihat duduk santai di atas kursi plastik lengkap dengan sandal jepit berwarna putih hijaunya.

Dari Informasi yang diperoleh, foto tersebut diambil saat Kapolri tengah melakukan kunjungan kerja ke Polda Sulawesi Tenggara. Mantan Kabareskrim Polri itu menyempatkan berkunjung ke rumah orang tuanya di Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia. Sekitar 22 kilometer jaraknya dari Kota Kendari.

Saat memimpin pasti dituntut untuk memberikan arahan ataupun instruksi kepada orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang mengetahui dengan baik apa yang terjadi di institusinya akan dapat dengan mudah menyampaikan keinginannya. Begitupun orang-orang yang dipimpinnya akan juga mudah memahami pemimpinnya.

“Saya hanya orang kampung, tapi saya bersyukur sehingga saya bisa seperti sekarang ini,” kata Kapolri di sela-sela memberikan arahan kepada seluruh jajaran Polda Sulawesi Tenggara.

Kapolri mampu menyampaikan message-nya dengan cara yang simple dan sederhana dengan perilaku yang positif. Dengan melakukan instruksi yang jelas dan dapat dimengerti oleh orang-orang yang dipimpinnya. Saat memimpin, kesederhanaan Kapolri ditunjukkan dengan cara melepaskan ego sebagai seorang pemimpin. Memang terkadang sulit untuk seorang pemimpin melepaskan ego-nya, tetapi bila hal tersebut tidak dilakukan maka dampaknya akan terlihat pada proses pelaksanaannya.

Melepaskan ego adalah juga ‘melepaskan’ keinginan pribadi. Keinginan pribadi Kapolri untuk tidak dijemput dengan mewah dinyatakan dalam kepemimpinannya. Kesederhanaan itulah yang menjadi kunci kesuksesannya menjadi Kapolri, ungkapnya kepada seluruh jajaran Polda Sultra.

Saat memimpin, Kapolri menyampaikan yang harus diperhatikan agar sesuatu yang kompleks dapat menjadi sederhana yakni pengelolaannya. Karena setiap permasalahan pastilah akan menjadi rumit dan penuh dengan dinamika. Oleh karena itu seorang pemimpin yang mampu berfikir sederhana tetapi tetap dapat mengatasi masalah kompleks yang akan menjadi tantangan tersendiri baginya.

Kesederhanaan dalam karakter, sikap, gaya, dan dalam segala hal adalah yang terindah, meskipun Kapolri orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia, dengan kesederhanaannya akan berbuah pada hasil yang diharapkannya sebagai pemimpin di Polri. Kesederhanaan Kapolri juga akan dapat membantunya untuk mewujudkan tujuan, visi dan cita-cita institusi Polri bersama-sama dengan jajarannya.

Pewarta: Daniel

Komentar

Berita Terkait