oleh

Forum Pemuda Lombok Tengah Meminta Mahally Fikri Tabayyun

Detiknews.id – Beredarnya pemberitaan dimedia cetak yang memuat Stetmen TGH. Mahally Fikri tentang bahaya “tuselak-tuselak (Hantu-hantu) politik” sangat disayangkan.


info

DetikNews.ID



Ada yang Menarik


lanjut baca berita


Membuat Forum Pemuda Lombok Tengah angkat bicara dengan ungkapan Mahally Fikri terkesan tendensius dan tidak mencerminkan sikap seorang tokoh dan ulama. “Apa sih tuselak (hantu) politik itu? Kan tidak jelas”, ungkap ketua Forum Pemuda Lombok, Wahyu Satriadi.

“Lagi pula sangat tidak pantas seorang ulama terlalu mengumbar dan membuka potensi-potensi konflik di masyarakat”, tambahnya.

Dari pernyataan Mahally Fikri menurut Wahyu Satriadi bisa menjadi fitnah apalagi dialamatkan untuk daerah tertentu saja.

“Ini kan tendensius dan berpotensi fitnah, mestinya seorang ulama mengayomi masyarakat agar tetap terjaga dalam harmoni dan kebersamaan”, harapnya.

Pilkada itu cuman sekali 5 tahun, tetapi keutuhan bermasyarakat itu jangka panjang dan lebih utama.

“Jangan karena soal kekuasaan dan kepentingan duniawi kita kemudian berbicara seenaknya”, himbaunya.

Ketua Forum Pemuda Lombok itu juga mengatakan, jika ungkapan Mahally Fikri itu harus dievaluasi.

“Kami minta TGH. Mahally Fikri tabayyun, potensi pelanggaran itu bisa dilakukan siapa saja”, terangnya.

Dengan proses tahapan Pilkada NTB yang belum selesai,wahyu meminta masyarakat untuk menunggu keputusan dari KPU.

“Tahapan pilkada NTB belum berakhir, paslon yang menang belum jelas, mari kita tunggu putusan KPU, karena merekalah yang berwenang menentukan hasil akhir”, pintanya.

“Jangan karena bernafsu untuk menang, semua cara, issue dan persangkaan dibuat”, ungkapnya menyayangkan.

Semua pihak terkait harus menjaga diri, dengan tidak memancing di air keruh. “Jangan mencari kambing hitam untuk pembenaran kelompoknya dan menyudutkan kelompok tertentu”, sarannya.

“Kita percayakan semua proses politik ini pada para penyelenggara pemilu, disana ada KPU dan Bawaslu”, tambahnya.

Lebih lanjut lagi wahyu menyarankan bahwa semua bukti pelanggaran dan kecurangan silahkan diserahkan kepada yang berwenang tanpa kita mengabaikan proses pengawasan mandi, dan menghimbau kepada semua elemen masyarakat untuk menjaga kondusifitas.

Menurutnya proses pemilu belum selesai, belum ada yang dikatakan menang maupun kalah.

“Mari kita tunggu dengan senyum, bahagia dan riang-gembira, bukan marah-marah apalagi dengan mengeluarkan stetmen-stetmen yang kontraproduktif dan kekanak-kanakan”, Pungkasnya.

Mungkin Anda Suka

Komentar