oleh

Awas Jangan Terjerumus Hoax dan Isu Sara Menjelang Pilkada 2020 di NTB

Detiknews.id,- Menjelang Pilkada serentak Kabupaten/Kota di Nusa tenggara Barat, PKC PMII Bali Nusra berupaya menimalisir dan mencegah berita hoax dan isu sara dengan menggelar dialog publik menangkal berita hoax, politisasi issue sara dan kampanye hitam di NTB.

PKC PMII Bali Nusra mengajak semua elemen masyarakat dan pemuda melakukan tindak lanjut di daerah masing-masing untuk mencegah dan meminimalisir perpecahan di masa Pilkada

“Bicara soal isu sara di NTB patut kita apresiasi semua mahasiswa dan OKP di NTB, kadang kita tergeret dengan isu agama, inilah fungsi kita sebagai agent of change dan agent of control untuk memberikan output kepada masyarakat atas hasil diskusi hari ini,” tegas Aziz Muslim Ketua PKC PMII Bali Nusra di tempat acara di Mataram, Jumat (24/07).

Aziz menambahkan, agar peran pemuda dan mahasiswa lebih khususnya kader PMII agar dapat meminimalisir dan mencegah berita hoax, issue sara dan politik hitam di NTB.

Menurut Kombes Artanto Humas Polda NTB menyatakan bahwa berita hoax sudah ada sebelum ada internet, media yang digunakan saat itu hanya media cetak untuk menyebarkan berita bohong.Berita hoax banyak terjadi menjelang pilkada dengan menyebarkan issue sosial politik.

“Contohnya waktu piplres 2019 ada namanya sarachen dan cyber army. Setelah kedua penyebar berita hoax itu ditangkap berita hoax pada masa pilpres menurun drastis,” ungkapnya.

Kombes Artanto menambahkan, agar tidak terjebak berita hoax, agar berpedoman pada UU KUHP ITE supaya tidak terjerumus ke tindakan pidana. Akibat berita hoax seseorang terbawa emosi dan tidak dapat mempercayai fakta dan kebenaran yang ada.

info DetikNews.ID

lanjut baca berita

“Pihak Polda NTB dalam hal ini punya 3 konsep dalam menanggulangi kejahatan digital, yaitu Preeentif adalah memberikan edukasi literasi digital, dengan cara tidak asal sharing, chack and rechack. Preventif kita punya cyber club polisi yg bertugas di dunia Maya untuk melacak penyebar hoax. Dan yang terakhir adalah Reveresif”, pungkasnya.

Sementara itu, Kesbangpol NTB, H.Lalu Normal Suzana, mengulas terkait issue sara yang marak terjadi menjelang perta demokrasi Iselalu rentan terjadi dimana-mana.

Maka dari itu, Kesbangpol NTB mengharapkan peran mahasiswa menjaga keaman daerah masing-masing supaya proses Pilkada dapat dilaksanakan dengan aman, damai dan tidak menimbulkan perpecahan.

“Pihak Kesbangpol NTB sangat mengapresiasi PMII sebagai salah satu orangisasi kepemudaan yang selalu menjadi garda terdepan dalam berpatisipasi dan menjaga kondusifitas perpolitikan di NTB,” ungkap Normal.

Lebih lanjut menurutnya, dengan banyaknya kabupaten kota yang akan melaksanakan Pilkada, tentu memiliki tugas pengamanan yang sangat berat.

“Ada 7 kabupaten/kota yang akan kita awasi tentunya dengan melakukan koordinasi dengan pihak aparat kemanan, dan bantuan dari teman teman pemuda dan mahasiswa,” Pungkasnya.

Masyarakat dan pemuda agar mampu menganalisis dan memilah berita hoax yang beredar menjelang pemilu, kata Lalu Hidayat akademisi 45.

“Kita harus mampu mencerna dan menganalisis berbagai berita hoax yang ada agar tidak cepat terjerumus kedalamnya,” ungkap Lalu Hidayat saat menyampaikan materi diskusi yang terakhir.

Agar tidak terjerumus berita hoax, yang perlu dilakukan dengan Intelegent kolektif, justment, yaitu dengan tidak mudah menghakimi dan mempercayai segala berita yang baca.

“Caranya harus rajin diskusi, dan yang ke tiga adalah transmission, yaitu kita harus tau sumber berita itu darimana kemudian kita bandingkan dan koreksi,” tutupnya.

Komentar

Berita Terkait