Akan Bangun Pabrik Penggilingan Beras Modern, LKI Menolak Wacana Gubernur NTB

Detiknews.id,- Pada Rapat evaluasi penanganan pandemi Covid-19 oleh Forkopimda NTB yang dilaksanakan di kediaman Kepala perwakilan Bank Indonesia Prov NTB, Selasa malam (30/6). Dilansir dari halaman facebook Humas NTB, bahwa rapat yang dipimpin langsung oleh sekda Provinsi NTB H. Lalu Gita Ariadi.

Mengawali diskusi, Lalu Gita menyinggung soal pabrik penggilingan beras modern alias Modern Rice Milling Plant (MRPM) yang rencananya segera dibangun di NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah pada kesempatan itu mendorong Bulog untuk melakukan percepatan pembangunan MRPM di NTB.

Menurut,  Doktor Zul dengan adanya MRPM tersebut. Gabah yang ada di NTB tidak lagi di kirim ke luar daerah dan balik lagi ke NTB menjadi beras berbagai kualitas.

“Saya membayangkan, hadirnya industri pengolahan ini, tidak semata-mata hanya untuk mengolah. Tapi, itu semua akan memeperbaharui kemampuan masyarakat NTB pada bidang tersebut,” harap Gubernur.

Namun apa yang direncanakan dan diwacanakan Gubernur dan Sekda NTB mendapat tanggapan dari Lembaga Kreatif Institut (LKI) Lombok Tengah, bahwa itu dapat mematikan usaha penggilingan gabah masyarakat di bawah.

“Rencana Gubernur itu dapat mematikan usaha penggilingan masyarakat, jadi kami menolak itu,” kata Oji selaku ketua LKI.

Tambahnya, masyarakat NTB banyak yang memiliki usaha penggilingan padi dan seharusnya itu yang dimanfaatkan dan dikembangkan Pemerintah Provinsi NTB.

“Jadi seharusnya Gubernur mengembangkan Usaha Penggilingan Gabah Masyarakat,” tambahnya.

Dan LKI menilai perkataan Gubernur NTB yang menyampaikan gabah di NTB dikirim ke luar daerah untuk di giling itu dianggap salah total.

“Apa yang pak Gubernur sampaikan itu salah, silahkan bapak cek ke masyarakat yang memiliki usaha penggilingan dan kami tetap menolak wacana tersebut,” pungkasnya.(red)

Komentar

Berita Terkait