Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Satreskoba Polres Tanjung Perak Ungkap Ratusan Butir Pil LL

0 83

Detiknews.id – Peredaran Narkoba seakan tiada habisnya, namun Polres Pelabuhan Tanjung Perak dibawah pimpinan AKBP Antonius Agus Rahmanto  berhasil menekan angka peredarannya di wilayah hukumnya. Terungkapnya DSA binti Andiono (22) warga Pandugo 2/30 Rt 003 Rw 001 Penjaringan Sari Rungkut Surabaya.

Giat ungkap kasus berada di Mapolres Tanjung Perak Surabaya Jalan Perak Timur Surabaya, dengan barang bukti Obat keras jenis Pil LL sebanyak 169 ribu butir dengan nilai Rp. 90 juta, diungkap oleh Kasatreskoba AKP Agus Widodo SH bersama tim di dalam kamar rumah jalan Rangkah gang 7 nomer 102 Rt 006 Rw 001 Rangkah Tambak Sari.

Foto : Kapolres Tanjung Perak Surabaya didampingi Kasatreskoba bersama Kasubag Humas dan Tersangka. (detiknews.id/m9)
Foto : Kapolres Tanjung Perak Surabaya didampingi Kasatreskoba bersama Kasubag Humas dan Tersangka. (detiknews.id/m9)

Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto memaparkan,  setelah mendapat informasi dari masyarakat  petugas Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan informasi tersebut adalah benar.

Robert

“Barang jenis pil doble L tersebut didapat dari lapas porong berinisia I yang dikirim melalui exspedisi di Bangil, kemudian diantar di Surabaya,  dipacking dengan tas koper bertuliskan Haji untuk mengelabui petugas, ” tuturnya Kapolres Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto. Senin (24/09).

Kasatreskoba AKP menambahkan, tersangka telah melakukan tindak pidana setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan  alat kesehatan yang tidak memenuhi standart dan atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu.

Foto : Barang bukti ratusan butir pill LL. (detiknews.id/m9)
Foto : Barang bukti ratusan butir pill LL. (detiknews.id/m9)

“Setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan alat kesehatan yang tidak memiliki ijin edar dan alat kesehatan hanya dapat diedarkan setelah mendapat ijin edar,  seperti yang dilakukan tersangka, ” pungkasnya.

Pasal yang disangkakan, tersangka telah melanggar pasal 196 Jo Pasal 197 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Dikarenakan ada jaringan lapas dan jumlah bukti yang besar maka masih diselidiki lebih lanjut siapa jaringan dibalik kasus ini. (M9)

Comments
Loading...